Manajemen Gudang

Putaway: Barang Sudah Diterima, Lalu Disimpan di Mana?

Putaway adalah proses memindahkan barang dari area penerimaan ke lokasi rak lalu mencatatnya. Pelajari aturan penempatan dan kesalahan yang sering terjadi.

Intinya

Putaway = memindahkan barang ke lokasi rak yang tepat dan mencatat lokasinya. Barang yang lokasinya tidak tercatat sama saja dengan barang hilang.

Daftar isi
  1. Putaway adalah...
  2. Posisi putaway dalam alur gudang
  3. Alamat lokasi: lorong, rak, tingkat, posisi
  4. Aturan dasar menaruh barang
  5. Barang yang sering diambil di lokasi dekat dan mudah dijangkau
  6. Berat di bawah, ringan di atas
  7. Pisahkan per SKU dan per batch
  8. Ikuti aturan FEFO untuk barang berkedaluwarsa
  9. Langkah putaway yang benar
  10. Kalau lokasi tidak dicatat: barang ada tapi tidak ketemu
  11. Kesalahan umum
  12. Ringkasan

Putaway adalah proses memindahkan barang yang sudah diterima dari area penerimaan ke lokasi rak, lalu mencatat lokasinya di sistem. Bagian kedua itu yang sering dilupakan. Barang yang lokasinya tidak tercatat memang ada di gudang, tapi tidak bisa ditemukan saat dibutuhkan.

Ejaannya kadang ditulis terpisah, "put away". Artinya sama. Artikel ini adalah versi lengkap dari video 60 detik Ngerti Logistik tentang putaway.

Putaway adalah...

Dalam materi Supply Chain Indonesia, Setijadi (2015) menulis bahwa put away adalah "proses penempatan barang pada lokasi penyimpanan". Di lapangan, definisi itu punya dua bagian yang sama penting:

  1. Gerakan fisik: barang dibawa dari area terima ke rak, palet, atau lokasi lantai yang ditentukan.
  2. Pencatatan: lokasi tujuan dicatat di sistem, entah lewat scan barcode, input manual, atau formulir kertas.

Kalau hanya bagian pertama yang dikerjakan, pekerjaan putaway belum selesai.

Posisi putaway dalam alur gudang

Putaway terjadi tepat setelah penerimaan barang. Barang dicek dulu jumlah dan kondisinya, baru dipindahkan ke tempat simpan. Urutannya kira-kira begini:

Terima dan cek → putaway → simpan → picking → packing → kirim

Gambaran lengkapnya ada di artikel 5 langkah barang di gudang.

Kenapa putaway penting untuk langkah berikutnya? Setijadi mencatat bahwa picking, yaitu menyiapkan barang sesuai pesanan, menyerap lebih dari 50% waktu aktivitas pergudangan. Waktu picking sangat ditentukan oleh seberapa rapi putaway sebelumnya. Barang yang ditaruh di lokasi yang benar dan tercatat bisa langsung diambil. Barang yang ditaruh asal harus dicari dulu.

Alamat lokasi: lorong, rak, tingkat, posisi

Supaya lokasi bisa dicatat, setiap tempat simpan butuh alamat. Banyak gudang memakai kode bertingkat, mirip alamat rumah. Formatnya berbeda di tiap gudang, tapi logikanya serupa.

CONTOH Kode lokasi A-03-2-B dibaca sebagai: lorong A, rak nomor 03, tingkat 2 dari bawah, posisi B di tingkat itu. Staf yang membaca kode ini bisa langsung berjalan ke titik yang tepat tanpa bertanya.

Kode seperti ini juga sering disebut bin location. Pembahasan cara menyusun kode lokasi dan tata letak gudang akan dibuat di artikel tersendiri. Untuk sekarang, cukup pegang satu prinsip: satu lokasi, satu kode unik, dan kodenya tertempel jelas di rak.

Aturan dasar menaruh barang

Setiap gudang punya strategi putaway sendiri. Namun ada beberapa aturan dasar yang hampir selalu berlaku.

Barang yang sering diambil di lokasi dekat dan mudah dijangkau

Barang yang laku cepat sebaiknya ditaruh dekat area pengambilan atau pengemasan, dan setinggi jangkauan tangan. Barang yang jarang keluar boleh ditaruh lebih jauh atau lebih tinggi. Tujuannya mengurangi jarak jalan dan waktu picking.

Berat di bawah, ringan di atas

Barang berat ditaruh di tingkat bawah. Panduan keselamatan rak dari Texas Department of Insurance menyarankan barang yang lebih berat diletakkan lebih dekat ke lantai demi kestabilan. Selain lebih aman, mengangkat barang berat dari tingkat bawah juga lebih mudah. Perhatikan juga aturan lain yang berlaku untuk produk tertentu. Misalnya, pedoman distribusi obat dari BPOM (butir 4.25) menyebut obat tidak boleh langsung diletakkan di lantai.

Pisahkan per SKU dan per batch

Satu lokasi sebaiknya hanya berisi satu SKU. Kalau dua barang mirip dicampur, risiko salah ambil naik tajam. Untuk barang yang punya nomor batch atau tanggal kedaluwarsa, pisahkan juga per batch agar mudah ditelusuri.

Ikuti aturan FEFO untuk barang berkedaluwarsa

Untuk makanan, minuman, obat, dan kosmetik, susun barang supaya yang kedaluwarsa lebih dulu mudah diambil lebih dulu. Prinsip ini disebut FEFO. Di distribusi obat, BPOM mewajibkan pengambilan barang berdasarkan FEFO (butir 4.36). Putaway yang menaruh batch baru di depan batch lama akan menyulitkan aturan ini.

Langkah putaway yang benar

Urutan kerjanya sederhana. Yang penting dijalankan konsisten, setiap kali.

  1. Ambil dari area terima. Hanya barang yang sudah selesai dicek dan dinyatakan diterima.
  2. Tentukan lokasi tujuan. Ikuti arahan sistem atau aturan penempatan gudang. Jangan memilih sendiri tanpa dasar.
  3. Taruh barang di lokasi. Pastikan label barang menghadap keluar dan tidak menutupi kode lokasi.
  4. Scan atau catat lokasi. Cocokkan kode lokasi dengan barang yang ditaruh.
  5. Konfirmasi di sistem saat itu juga. Bukan nanti sore, bukan besok.

Langkah 4 dan 5 inilah yang membedakan putaway rapi dan putaway asal taruh.

Kalau lokasi tidak dicatat: barang ada tapi tidak ketemu

Ini sudut yang paling penting dari putaway: yang paling menentukan bukan di mana barang ditaruh, tapi apakah lokasinya dicatat. Barang yang ditaruh di tempat kurang ideal tapi tercatat masih bisa ditemukan. Barang di tempat ideal tapi tidak tercatat harus dicari dari rak ke rak.

CONTOH Sepuluh karton diterima sore hari dan ditaruh di rak kosong terdekat karena terburu-buru. Lokasinya tidak diinput. Besok paginya ada pesanan untuk barang itu. Sistem menunjukkan stok ada, tapi lokasinya kosong. Picker berkeliling beberapa lorong, pesanan tertunda, dan akhirnya barang dianggap selisih.

Kebiasaan seperti ini menjadi salah satu penyebab selisih stok yang baru ketahuan saat penghitungan.

Kesalahan umum

  • Taruh di "tempat kosong mana saja". Cepat di awal, mahal di belakang. Picker harus menebak lokasi.
  • Mencampur dua SKU di satu lokasi. Ukuran atau warna yang mirip mudah tertukar saat picking.
  • Konfirmasi sistem belakangan. Dalam jeda itu, sistem dan kondisi fisik tidak cocok. Pesanan yang masuk bisa diarahkan ke lokasi yang salah.
  • Batch baru menutupi batch lama. Barang lama terdorong ke belakang dan berisiko kedaluwarsa di rak.
  • Kode lokasi rusak atau tidak terbaca. Label lokasi yang sobek membuat scan gagal, lalu staf mencatat secara manual dan rawan salah.

Ringkasan

  • Putaway adalah memindahkan barang yang sudah diterima ke lokasi simpan, lalu mencatat lokasinya di sistem.
  • Pekerjaan putaway belum selesai sebelum lokasinya dikonfirmasi.
  • Setiap lokasi butuh alamat unik, misalnya lorong, rak, tingkat, dan posisi.
  • Aturan dasar: barang laris di dekat, berat di bawah, satu SKU per lokasi, dan FEFO untuk barang berkedaluwarsa.
  • Lanjutkan belajar ke penerimaan barang, langkah yang terjadi tepat sebelum putaway.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu putaway di gudang?

Putaway adalah proses memindahkan barang yang sudah diterima dan dicek dari area penerimaan ke lokasi penyimpanan, lalu mencatat lokasi itu di sistem. Tujuannya agar barang bisa ditemukan lagi dengan cepat saat dibutuhkan. Putaway terjadi setelah penerimaan barang dan sebelum picking.

Apa bedanya putaway dan picking?

Putaway adalah gerakan barang masuk ke rak, sedangkan picking adalah gerakan barang keluar dari rak untuk memenuhi pesanan. Keduanya saling bergantung. Picking hanya bisa cepat dan akurat kalau putaway sebelumnya menaruh barang di lokasi yang benar dan mencatatnya.

Bagaimana cara menentukan lokasi barang di gudang?

Pertimbangkan seberapa sering barang diambil, berat dan ukurannya, serta kebutuhan khusus seperti tanggal kedaluwarsa. Barang yang sering diambil ditaruh dekat area pengambilan dan setinggi jangkauan tangan. Barang berat ditaruh di bawah. Setiap SKU sebaiknya punya lokasi sendiri yang alamatnya tercatat.

Apa yang terjadi kalau lokasi barang tidak dicatat?

Barangnya ada di gudang, tapi sistem tidak tahu di mana. Akibatnya picker mencari ke banyak rak, pesanan tertunda, dan stok bisa dianggap habis padahal ada. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini menjadi salah satu penyebab selisih stok saat penghitungan.

Sumber

  1. Setijadi, Fungsi dan Aktivitas Pergudangan (Warehousing), Supply Chain Indonesia, 2015 Definisi 'Put Away adalah proses penempatan barang pada lokasi penyimpanan'; definisi picking sebagai penyiapan barang sesuai surat pesanan; picking disebut menyerap lebih dari 50% waktu aktivitas pergudangan; let down sebagai kebalikan put away.
  2. Peraturan BPOM Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pedoman Teknis Cara Distribusi Obat yang Baik (JDIH BPK) Butir 4.36: obat yang diambil harus berdasarkan FEFO; butir 4.15: nomor bets dan tanggal kedaluwarsa dicatat saat penerimaan untuk mempermudah penelusuran; butir 4.25: produk tidak boleh langsung diletakkan di lantai.
  3. Texas Department of Insurance, Warehouse shelving and racking safety Saran 'Place heavier items closer to the floor for stability' (barang berat ditaruh lebih dekat ke lantai).
▶Lebih suka versi video 60 detik?Tonton di TikTok @ngertilogistik
Ditulis olehFajar

Praktisi logistik dengan sekitar sepuluh tahun pengalaman di industri teknologi, FMCG, dan manufaktur. Menulis Ngerti Logistik supaya urusan gudang dan pengiriman bisa dipahami siapa saja.

Mau belajar logistik lebih dalam?

Follow Ngerti Logistik di TikTok, Instagram Reels, dan Facebook Reels. Penjelasan singkat setiap minggu.

Follow @ngertilogistik