
Stok di Sistem Beda dengan di Rak? Ini Penyebab Selisih Stok
Stok di sistem beda dengan di rak? Kenali 4 penyebab selisih stok gudang, cara menelusurinya, dan cara memulai cycle count agar akurasi stok terjaga.
Putaway adalah proses memindahkan barang dari area penerimaan ke lokasi rak lalu mencatatnya. Pelajari aturan penempatan dan kesalahan yang sering terjadi.
Putaway = memindahkan barang ke lokasi rak yang tepat dan mencatat lokasinya. Barang yang lokasinya tidak tercatat sama saja dengan barang hilang.
Putaway adalah proses memindahkan barang yang sudah diterima dari area penerimaan ke lokasi rak, lalu mencatat lokasinya di sistem. Bagian kedua itu yang sering dilupakan. Barang yang lokasinya tidak tercatat memang ada di gudang, tapi tidak bisa ditemukan saat dibutuhkan.
Ejaannya kadang ditulis terpisah, "put away". Artinya sama. Artikel ini adalah versi lengkap dari video 60 detik Ngerti Logistik tentang putaway.
Dalam materi Supply Chain Indonesia, Setijadi (2015) menulis bahwa put away adalah "proses penempatan barang pada lokasi penyimpanan". Di lapangan, definisi itu punya dua bagian yang sama penting:
Kalau hanya bagian pertama yang dikerjakan, pekerjaan putaway belum selesai.
Putaway terjadi tepat setelah penerimaan barang. Barang dicek dulu jumlah dan kondisinya, baru dipindahkan ke tempat simpan. Urutannya kira-kira begini:
Terima dan cek → putaway → simpan → picking → packing → kirim
Gambaran lengkapnya ada di artikel 5 langkah barang di gudang.
Kenapa putaway penting untuk langkah berikutnya? Setijadi mencatat bahwa picking, yaitu menyiapkan barang sesuai pesanan, menyerap lebih dari 50% waktu aktivitas pergudangan. Waktu picking sangat ditentukan oleh seberapa rapi putaway sebelumnya. Barang yang ditaruh di lokasi yang benar dan tercatat bisa langsung diambil. Barang yang ditaruh asal harus dicari dulu.
Supaya lokasi bisa dicatat, setiap tempat simpan butuh alamat. Banyak gudang memakai kode bertingkat, mirip alamat rumah. Formatnya berbeda di tiap gudang, tapi logikanya serupa.
CONTOH Kode lokasi A-03-2-B dibaca sebagai: lorong A, rak nomor 03, tingkat 2 dari bawah, posisi B di tingkat itu. Staf yang membaca kode ini bisa langsung berjalan ke titik yang tepat tanpa bertanya.
Kode seperti ini juga sering disebut bin location. Pembahasan cara menyusun kode lokasi dan tata letak gudang akan dibuat di artikel tersendiri. Untuk sekarang, cukup pegang satu prinsip: satu lokasi, satu kode unik, dan kodenya tertempel jelas di rak.
Setiap gudang punya strategi putaway sendiri. Namun ada beberapa aturan dasar yang hampir selalu berlaku.
Barang yang laku cepat sebaiknya ditaruh dekat area pengambilan atau pengemasan, dan setinggi jangkauan tangan. Barang yang jarang keluar boleh ditaruh lebih jauh atau lebih tinggi. Tujuannya mengurangi jarak jalan dan waktu picking.
Barang berat ditaruh di tingkat bawah. Panduan keselamatan rak dari Texas Department of Insurance menyarankan barang yang lebih berat diletakkan lebih dekat ke lantai demi kestabilan. Selain lebih aman, mengangkat barang berat dari tingkat bawah juga lebih mudah. Perhatikan juga aturan lain yang berlaku untuk produk tertentu. Misalnya, pedoman distribusi obat dari BPOM (butir 4.25) menyebut obat tidak boleh langsung diletakkan di lantai.
Satu lokasi sebaiknya hanya berisi satu SKU. Kalau dua barang mirip dicampur, risiko salah ambil naik tajam. Untuk barang yang punya nomor batch atau tanggal kedaluwarsa, pisahkan juga per batch agar mudah ditelusuri.
Untuk makanan, minuman, obat, dan kosmetik, susun barang supaya yang kedaluwarsa lebih dulu mudah diambil lebih dulu. Prinsip ini disebut FEFO. Di distribusi obat, BPOM mewajibkan pengambilan barang berdasarkan FEFO (butir 4.36). Putaway yang menaruh batch baru di depan batch lama akan menyulitkan aturan ini.
Urutan kerjanya sederhana. Yang penting dijalankan konsisten, setiap kali.
Langkah 4 dan 5 inilah yang membedakan putaway rapi dan putaway asal taruh.
Ini sudut yang paling penting dari putaway: yang paling menentukan bukan di mana barang ditaruh, tapi apakah lokasinya dicatat. Barang yang ditaruh di tempat kurang ideal tapi tercatat masih bisa ditemukan. Barang di tempat ideal tapi tidak tercatat harus dicari dari rak ke rak.
CONTOH Sepuluh karton diterima sore hari dan ditaruh di rak kosong terdekat karena terburu-buru. Lokasinya tidak diinput. Besok paginya ada pesanan untuk barang itu. Sistem menunjukkan stok ada, tapi lokasinya kosong. Picker berkeliling beberapa lorong, pesanan tertunda, dan akhirnya barang dianggap selisih.
Kebiasaan seperti ini menjadi salah satu penyebab selisih stok yang baru ketahuan saat penghitungan.
Putaway adalah proses memindahkan barang yang sudah diterima dan dicek dari area penerimaan ke lokasi penyimpanan, lalu mencatat lokasi itu di sistem. Tujuannya agar barang bisa ditemukan lagi dengan cepat saat dibutuhkan. Putaway terjadi setelah penerimaan barang dan sebelum picking.
Putaway adalah gerakan barang masuk ke rak, sedangkan picking adalah gerakan barang keluar dari rak untuk memenuhi pesanan. Keduanya saling bergantung. Picking hanya bisa cepat dan akurat kalau putaway sebelumnya menaruh barang di lokasi yang benar dan mencatatnya.
Pertimbangkan seberapa sering barang diambil, berat dan ukurannya, serta kebutuhan khusus seperti tanggal kedaluwarsa. Barang yang sering diambil ditaruh dekat area pengambilan dan setinggi jangkauan tangan. Barang berat ditaruh di bawah. Setiap SKU sebaiknya punya lokasi sendiri yang alamatnya tercatat.
Barangnya ada di gudang, tapi sistem tidak tahu di mana. Akibatnya picker mencari ke banyak rak, pesanan tertunda, dan stok bisa dianggap habis padahal ada. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini menjadi salah satu penyebab selisih stok saat penghitungan.

Stok di sistem beda dengan di rak? Kenali 4 penyebab selisih stok gudang, cara menelusurinya, dan cara memulai cycle count agar akurasi stok terjaga.

Barang datang dari supplier? Cek 4 hal ini sebelum tanda tangan: dokumen, jumlah, kondisi, serta batch dan kedaluwarsa. Lengkap dengan contoh checklist.

Alur proses gudang ada 5 langkah: terima, simpan, ambil, kemas, kirim. Pahami apa yang dicek dan dicatat di setiap langkah agar barang tidak hilang di rak.
Follow Ngerti Logistik di TikTok, Instagram Reels, dan Facebook Reels. Penjelasan singkat setiap minggu.