
Putaway: Barang Sudah Diterima, Lalu Disimpan di Mana?
Putaway adalah proses memindahkan barang dari area penerimaan ke lokasi rak lalu mencatatnya. Pelajari aturan penempatan dan kesalahan yang sering terjadi.
Barang datang dari supplier? Cek 4 hal ini sebelum tanda tangan: dokumen, jumlah, kondisi, serta batch dan kedaluwarsa. Lengkap dengan contoh checklist.
Cek dokumen, jumlah, kondisi, serta batch dan kedaluwarsa; catat selisih sebelum tanda tangan.
Penerimaan barang gudang yang benar berarti memeriksa empat hal sebelum tanda tangan: dokumen, jumlah, kondisi, serta nomor batch dan tanggal kedaluwarsa. Kalau ada selisih atau kerusakan, catat di dokumen saat itu juga. Tanda tangan Anda berarti barang diterima sesuai catatan.
Artikel ini versi lengkap dari video 60 detik Ngerti Logistik tentang penerimaan barang.
Penerimaan barang (receiving) adalah pintu pertama dari kegiatan inbound. Materi pergudangan Supply Chain Indonesia (Setijadi, 2015) menyebut tujuannya: memastikan kuantitas dan kualitas barang yang masuk sesuai dokumen pesanan.
Empat hal yang wajib dicek:
Praktik ini sejalan dengan pedoman WHO untuk penyimpanan dan distribusi produk kesehatan (TRS 1025 Annex 7). Butir 12.10 meminta setiap kiriman masuk dicek terhadap dokumennya untuk memastikan produk dan pemasoknya benar. Butir 12.12 meminta kiriman dicek dari kontaminasi, tampering (tanda dibuka atau diubah), dan kerusakan. Aturan ini dibuat untuk obat dan produk kesehatan, tapi prinsipnya berguna untuk barang umum.
PO dibuat oleh pembeli: isinya barang dan jumlah yang dipesan. Surat jalan dibuat oleh pengirim: isinya barang yang benar-benar dikirim hari itu. Cocokkan tiga hal: nama atau kode barang, jumlah, dan pemasok. Kalau barang tidak ada di PO, jangan langsung diterima. Tanyakan dulu ke bagian pembelian. Istilah dokumen lain bisa Anda pelajari di artikel istilah PO, GR, dan DO.
Label di karton bisa salah, dan karton bisa saja kurang isi. Hitung jumlah karton, lalu buka contoh beberapa karton untuk mengecek isi per karton. Untuk barang bernilai tinggi, hitung per unit.
CONTOH Surat jalan menulis 50 karton isi 24 pcs (1.200 pcs). Di dok hanya ada 48 karton, dan satu karton yang dibuka berisi 20 pcs. Selisih ini harus dicatat sekarang, bukan setelah barang masuk rak.
Periksa kemasan luar: penyok, sobek, basah, berbau, atau segel rusak. Pedoman WHO butir 18.6 juga menyebut pemeriksaan kerusakan, keutuhan segel, tanda tampering, label, dan kelengkapan pesanan. Foto setiap temuan, termasuk label kiriman dan nomor kendaraan, supaya buktinya jelas.
Untuk makanan, obat, kosmetik, dan barang lain yang punya masa pakai, catat nomor batch dan tanggal kedaluwarsa saat penerimaan. Pedoman CDOB BPOM (Peraturan BPOM 9/2019, butir 4.15) mewajibkan nomor bets dan tanggal kedaluwarsa obat dicatat saat penerimaan, dan butir 4.13 melarang menerima obat yang kedaluwarsa atau mendekati kedaluwarsa. Peraturan ini sudah digantikan Peraturan BPOM 20/2025 menurut siaran pers BPOM, jadi pelaku distribusi obat perlu merujuk naskah terbarunya.
Catatan batch ini menjadi dasar urutan keluar barang dengan FIFO dan FEFO.
Tanda tangan di surat jalan biasanya dibaca sebagai bukti bahwa barang sudah diterima sesuai yang tertulis. Kalau Anda tanda tangan tanpa catatan, dokumen itu menyatakan semuanya lengkap dan baik.
Begitu truk pergi, sulit membuktikan bahwa kerusakan terjadi sebelum barang sampai, bukan di gudang Anda. Dari pengalaman saya, bukti foto dan catatan bertanda tangan di hari yang sama adalah bahan klaim yang paling kuat. Ketentuan klaim tetap mengikuti kesepakatan dengan pemasok, jadi pelajari kontrak atau prosedur yang berlaku di tempat Anda.
Setelah pemeriksaan selesai, buat goods receipt (GR): pencatatan resmi barang yang diterima di sistem. GR dibuat berdasarkan jumlah dan kondisi yang benar-benar diterima. Setelah itu, lakukan putaway setelah barang diterima, yaitu menaruh barang ke lokasi simpan yang tercatat. Setijadi mendefinisikan put away sebagai proses penempatan barang pada lokasi penyimpanan.
Tabel berikut adalah contoh yang bisa Anda salin dan sesuaikan.
| No | Yang dicek | Cara cek | Hasil (OK/Tidak) | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Pemasok sesuai PO | Cocokkan nama pemasok | ||
| 2 | Kode dan nama barang | Surat jalan vs PO | ||
| 3 | Jumlah karton | Hitung fisik | ||
| 4 | Isi per karton | Buka sampel karton | ||
| 5 | Kondisi kemasan | Penyok, basah, sobek | ||
| 6 | Segel | Utuh atau rusak | ||
| 7 | Nomor batch | Catat per batch | ||
| 8 | Tanggal kedaluwarsa | Catat dan cek sisa umur | ||
| 9 | Foto bukti | Barang, label, kendaraan | ||
| 10 | Selisih dicatat | Ditandatangani kedua pihak |
Ada empat hal utama: dokumen (surat jalan dicocokkan dengan pesanan pembelian), jumlah fisik, kondisi kemasan, serta nomor batch dan tanggal kedaluwarsa untuk barang yang punya masa pakai. Semua temuan dicatat sebelum dokumen ditandatangani. Pedoman distribusi produk kesehatan dari WHO juga meminta setiap kiriman masuk dicek terhadap dokumennya dan diperiksa dari kerusakan.
Catat selisih atau kerusakan di dokumen penerimaan sebelum tanda tangan, lengkap dengan jumlah dan keterangannya. Foto barang dan kemasannya sebagai bukti, lalu pisahkan barang bermasalah dari stok yang layak. Setelah itu ikuti prosedur klaim yang disepakati dengan pemasok, karena ketentuannya bisa berbeda di tiap kontrak.
PO (purchase order atau pesanan pembelian) dibuat oleh pembeli dan berisi barang serta jumlah yang dipesan. Surat jalan dibuat oleh pengirim dan berisi barang yang benar-benar dikirim dalam satu pengantaran. Saat penerimaan, keduanya dicocokkan untuk melihat apakah kiriman sesuai pesanan.
Goods receipt (GR) adalah pencatatan resmi bahwa barang sudah diterima gudang, biasanya di sistem. GR dibuat berdasarkan jumlah dan kondisi yang benar-benar diterima, bukan jumlah di dokumen pengirim. Setelah GR, stok di sistem bertambah dan barang siap disimpan ke lokasinya.

Putaway adalah proses memindahkan barang dari area penerimaan ke lokasi rak lalu mencatatnya. Pelajari aturan penempatan dan kesalahan yang sering terjadi.

Stok di sistem beda dengan di rak? Kenali 4 penyebab selisih stok gudang, cara menelusurinya, dan cara memulai cycle count agar akurasi stok terjaga.

Alur proses gudang ada 5 langkah: terima, simpan, ambil, kemas, kirim. Pahami apa yang dicek dan dicatat di setiap langkah agar barang tidak hilang di rak.
Follow Ngerti Logistik di TikTok, Instagram Reels, dan Facebook Reels. Penjelasan singkat setiap minggu.