Manajemen Gudang

Penerimaan Barang: 4 Hal yang Wajib Dicek Sebelum Tanda Tangan

Barang datang dari supplier? Cek 4 hal ini sebelum tanda tangan: dokumen, jumlah, kondisi, serta batch dan kedaluwarsa. Lengkap dengan contoh checklist.

Intinya

Cek dokumen, jumlah, kondisi, serta batch dan kedaluwarsa; catat selisih sebelum tanda tangan.

Daftar isi
  1. Penerimaan barang gudang: cek 4 hal sebelum tanda tangan
  2. 1. Cek dokumen: surat jalan vs pesanan pembelian (PO)
  3. 2. Cek jumlah: hitung karton atau unit, bukan hanya label
  4. 3. Cek kondisi: penyok, basah, segel rusak, lalu foto
  5. 4. Cek nomor batch dan tanggal kedaluwarsa
  6. Kalau ada selisih atau kerusakan: catat sebelum tanda tangan
  7. Apa arti tanda tangan Anda
  8. Cara mencatat selisih di dokumen
  9. Kenapa klaim belakangan jauh lebih sulit
  10. Setelah barang diterima: GR lalu putaway
  11. Contoh checklist penerimaan barang
  12. Kesalahan umum
  13. Ringkasan

Penerimaan barang gudang yang benar berarti memeriksa empat hal sebelum tanda tangan: dokumen, jumlah, kondisi, serta nomor batch dan tanggal kedaluwarsa. Kalau ada selisih atau kerusakan, catat di dokumen saat itu juga. Tanda tangan Anda berarti barang diterima sesuai catatan.

Artikel ini versi lengkap dari video 60 detik Ngerti Logistik tentang penerimaan barang.

Penerimaan barang gudang: cek 4 hal sebelum tanda tangan

Penerimaan barang (receiving) adalah pintu pertama dari kegiatan inbound. Materi pergudangan Supply Chain Indonesia (Setijadi, 2015) menyebut tujuannya: memastikan kuantitas dan kualitas barang yang masuk sesuai dokumen pesanan.

Empat hal yang wajib dicek:

  1. Dokumen: surat jalan dicocokkan dengan pesanan pembelian (PO).
  2. Jumlah: hitung karton atau unit secara fisik.
  3. Kondisi: kemasan penyok, basah, atau segel rusak.
  4. Batch dan kedaluwarsa: untuk barang yang punya masa pakai.

Praktik ini sejalan dengan pedoman WHO untuk penyimpanan dan distribusi produk kesehatan (TRS 1025 Annex 7). Butir 12.10 meminta setiap kiriman masuk dicek terhadap dokumennya untuk memastikan produk dan pemasoknya benar. Butir 12.12 meminta kiriman dicek dari kontaminasi, tampering (tanda dibuka atau diubah), dan kerusakan. Aturan ini dibuat untuk obat dan produk kesehatan, tapi prinsipnya berguna untuk barang umum.

1. Cek dokumen: surat jalan vs pesanan pembelian (PO)

PO dibuat oleh pembeli: isinya barang dan jumlah yang dipesan. Surat jalan dibuat oleh pengirim: isinya barang yang benar-benar dikirim hari itu. Cocokkan tiga hal: nama atau kode barang, jumlah, dan pemasok. Kalau barang tidak ada di PO, jangan langsung diterima. Tanyakan dulu ke bagian pembelian. Istilah dokumen lain bisa Anda pelajari di artikel istilah PO, GR, dan DO.

2. Cek jumlah: hitung karton atau unit, bukan hanya label

Label di karton bisa salah, dan karton bisa saja kurang isi. Hitung jumlah karton, lalu buka contoh beberapa karton untuk mengecek isi per karton. Untuk barang bernilai tinggi, hitung per unit.

CONTOH Surat jalan menulis 50 karton isi 24 pcs (1.200 pcs). Di dok hanya ada 48 karton, dan satu karton yang dibuka berisi 20 pcs. Selisih ini harus dicatat sekarang, bukan setelah barang masuk rak.

3. Cek kondisi: penyok, basah, segel rusak, lalu foto

Periksa kemasan luar: penyok, sobek, basah, berbau, atau segel rusak. Pedoman WHO butir 18.6 juga menyebut pemeriksaan kerusakan, keutuhan segel, tanda tampering, label, dan kelengkapan pesanan. Foto setiap temuan, termasuk label kiriman dan nomor kendaraan, supaya buktinya jelas.

4. Cek nomor batch dan tanggal kedaluwarsa

Untuk makanan, obat, kosmetik, dan barang lain yang punya masa pakai, catat nomor batch dan tanggal kedaluwarsa saat penerimaan. Pedoman CDOB BPOM (Peraturan BPOM 9/2019, butir 4.15) mewajibkan nomor bets dan tanggal kedaluwarsa obat dicatat saat penerimaan, dan butir 4.13 melarang menerima obat yang kedaluwarsa atau mendekati kedaluwarsa. Peraturan ini sudah digantikan Peraturan BPOM 20/2025 menurut siaran pers BPOM, jadi pelaku distribusi obat perlu merujuk naskah terbarunya.

Catatan batch ini menjadi dasar urutan keluar barang dengan FIFO dan FEFO.

Kalau ada selisih atau kerusakan: catat sebelum tanda tangan

Apa arti tanda tangan Anda

Tanda tangan di surat jalan biasanya dibaca sebagai bukti bahwa barang sudah diterima sesuai yang tertulis. Kalau Anda tanda tangan tanpa catatan, dokumen itu menyatakan semuanya lengkap dan baik.

Cara mencatat selisih di dokumen

  • Tulis jumlah yang benar-benar diterima di samping jumlah di surat jalan.
  • Tulis kondisi singkat: "2 karton penyok, isi basah" atau "kurang 2 karton".
  • Minta sopir atau perwakilan pengirim ikut tanda tangan di catatan itu.
  • Simpan foto dan pisahkan barang bermasalah dari stok yang layak.

Kenapa klaim belakangan jauh lebih sulit

Begitu truk pergi, sulit membuktikan bahwa kerusakan terjadi sebelum barang sampai, bukan di gudang Anda. Dari pengalaman saya, bukti foto dan catatan bertanda tangan di hari yang sama adalah bahan klaim yang paling kuat. Ketentuan klaim tetap mengikuti kesepakatan dengan pemasok, jadi pelajari kontrak atau prosedur yang berlaku di tempat Anda.

Setelah barang diterima: GR lalu putaway

Setelah pemeriksaan selesai, buat goods receipt (GR): pencatatan resmi barang yang diterima di sistem. GR dibuat berdasarkan jumlah dan kondisi yang benar-benar diterima. Setelah itu, lakukan putaway setelah barang diterima, yaitu menaruh barang ke lokasi simpan yang tercatat. Setijadi mendefinisikan put away sebagai proses penempatan barang pada lokasi penyimpanan.

Contoh checklist penerimaan barang

Tabel berikut adalah contoh yang bisa Anda salin dan sesuaikan.

No Yang dicek Cara cek Hasil (OK/Tidak) Catatan
1 Pemasok sesuai PO Cocokkan nama pemasok
2 Kode dan nama barang Surat jalan vs PO
3 Jumlah karton Hitung fisik
4 Isi per karton Buka sampel karton
5 Kondisi kemasan Penyok, basah, sobek
6 Segel Utuh atau rusak
7 Nomor batch Catat per batch
8 Tanggal kedaluwarsa Catat dan cek sisa umur
9 Foto bukti Barang, label, kendaraan
10 Selisih dicatat Ditandatangani kedua pihak

Kesalahan umum

  • Tanda tangan dulu, cek belakangan. Bukti selisih jadi lemah.
  • Hanya percaya label. Jumlah di label belum tentu sama dengan isi.
  • Tidak memotret bukti. Catatan tanpa foto lebih mudah dibantah.
  • Tanggal kedaluwarsa tidak dicatat. Akibatnya urutan keluar barang jadi kacau dan barang bisa kedaluwarsa di rak.

Ringkasan

  • Penerimaan barang adalah memastikan barang masuk sesuai dokumen pesanan, dari jumlah sampai kondisi.
  • Cek empat hal: dokumen, jumlah, kondisi, batch dan kedaluwarsa.
  • Catat selisih dan kerusakan sebelum tanda tangan, lengkap dengan foto.
  • Buat GR berdasarkan yang benar-benar diterima, lalu lakukan putaway.
  • Lima menit memeriksa bisa mencegah kerugian yang jauh lebih besar.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa saja yang harus dicek saat barang datang?

Ada empat hal utama: dokumen (surat jalan dicocokkan dengan pesanan pembelian), jumlah fisik, kondisi kemasan, serta nomor batch dan tanggal kedaluwarsa untuk barang yang punya masa pakai. Semua temuan dicatat sebelum dokumen ditandatangani. Pedoman distribusi produk kesehatan dari WHO juga meminta setiap kiriman masuk dicek terhadap dokumennya dan diperiksa dari kerusakan.

Apa yang dilakukan jika barang dari supplier kurang atau rusak?

Catat selisih atau kerusakan di dokumen penerimaan sebelum tanda tangan, lengkap dengan jumlah dan keterangannya. Foto barang dan kemasannya sebagai bukti, lalu pisahkan barang bermasalah dari stok yang layak. Setelah itu ikuti prosedur klaim yang disepakati dengan pemasok, karena ketentuannya bisa berbeda di tiap kontrak.

Apa bedanya surat jalan dan PO?

PO (purchase order atau pesanan pembelian) dibuat oleh pembeli dan berisi barang serta jumlah yang dipesan. Surat jalan dibuat oleh pengirim dan berisi barang yang benar-benar dikirim dalam satu pengantaran. Saat penerimaan, keduanya dicocokkan untuk melihat apakah kiriman sesuai pesanan.

Apa itu goods receipt (GR) di gudang?

Goods receipt (GR) adalah pencatatan resmi bahwa barang sudah diterima gudang, biasanya di sistem. GR dibuat berdasarkan jumlah dan kondisi yang benar-benar diterima, bukan jumlah di dokumen pengirim. Setelah GR, stok di sistem bertambah dan barang siap disimpan ke lokasinya.

Sumber

  1. WHO TRS 1025 Annex 7: Good storage and distribution practices for medical products (2020) Halaman resmi WHO (terbit 17 Juni 2020). Isi PDF dibaca dari salinan di gmp-compliance.org: 12.10 setiap kiriman masuk dicek terhadap dokumen terkait untuk memastikan produk dan pemasok benar; 12.11 kiriman dipisah per nomor batch pemasok; 12.12 dicek dari kontaminasi, tampering, dan kerusakan; 18.6 diperiksa kerusakan, keutuhan segel, tanda tampering, label, dan kelengkapan pesanan.
  2. Salinan PDF WHO TRS 1025 Annex 7 (gmp-compliance.org) Teks lengkap yang dikutip untuk butir 12.10-12.12 dan 18.6.
  3. Peraturan BPOM Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pedoman Teknis Cara Distribusi Obat yang Baik (JDIH BPK) 4.12 tujuan penerimaan: kiriman benar, dari pemasok yang disetujui, tidak rusak; 4.13 obat kedaluwarsa atau mendekati kedaluwarsa tidak boleh diterima; 4.15 nomor bets dan tanggal kedaluwarsa dicatat saat penerimaan; 4.17 pemeriksaan keutuhan kontainer/segel, kemasan, dan label.
  4. BPOM: BPOM Tetapkan Peraturan Terbaru tentang Standar Cara Distribusi Obat yang Baik (siaran pers, 8 Agustus 2025) Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2025 tentang Standar CDOB menggantikan Peraturan BPOM 9/2019 dan perubahannya (6/2020); ditetapkan 24 Juni 2025, diundangkan 3 Juli 2025.
  5. Setijadi, Fungsi dan Aktivitas Pergudangan (Supply Chain Indonesia, 2015) Receiving: menerima seluruh barang yang masuk ke gudang dan memastikan kuantitas dan kualitas sesuai dokumen pesanan; 'Put Away adalah proses penempatan barang pada lokasi penyimpanan'.
▶Lebih suka versi video 60 detik?Tonton di TikTok @ngertilogistik
Ditulis olehFajar

Praktisi logistik dengan sekitar sepuluh tahun pengalaman di industri teknologi, FMCG, dan manufaktur. Menulis Ngerti Logistik supaya urusan gudang dan pengiriman bisa dipahami siapa saja.

Mau belajar logistik lebih dalam?

Follow Ngerti Logistik di TikTok, Instagram Reels, dan Facebook Reels. Penjelasan singkat setiap minggu.

Follow @ngertilogistik