
Safety Stock (Stok Pengaman): Cadangan Supaya Stok Tidak Habis
Safety stock adalah stok cadangan saat permintaan naik atau pasokan telat. Pelajari faktor penentunya, rumus sederhana, dan contoh hitungnya untuk gudang.
FIFO dan FEFO menentukan barang mana yang keluar duluan dari gudang. Pelajari bedanya, contoh batch, dan kapan FEFO wajib dipakai untuk obat dan makanan.
FIFO = yang pertama masuk keluar dulu; FEFO = yang paling cepat kedaluwarsa keluar dulu.
FIFO dan FEFO adalah dua aturan urutan barang keluar dari gudang. FIFO (first in, first out) berarti barang yang pertama masuk keluar lebih dulu. FEFO (first expired, first out) berarti barang yang paling cepat kedaluwarsa keluar lebih dulu, walaupun datangnya belakangan.
Artikel ini versi lengkap dari video 60 detik Ngerti Logistik tentang FIFO vs FEFO.
FIFO melihat tanggal masuk, FEFO melihat tanggal kedaluwarsa. Untuk banyak barang, hasil keduanya sama, karena barang yang datang duluan biasanya juga kedaluwarsa duluan. Perbedaannya muncul saat barang yang datang belakangan justru punya tanggal kedaluwarsa lebih dekat.
Setiap barang yang masuk dicatat tanggal terimanya. Saat ada pesanan, yang diambil adalah stok dengan tanggal terima paling lama. Di rak, stok lama ditaruh di posisi yang mudah dijangkau, sedangkan stok baru ditaruh di belakang atau di lokasi berikutnya.
FIFO cocok untuk barang tanpa tanggal kedaluwarsa, misalnya suku cadang, alat tulis, atau kemasan kosong. Tujuannya supaya stok lama tidak tertinggal di belakang sampai rusak, berdebu, atau modelnya usang.
Pedoman WHO tentang penyimpanan dan distribusi produk kesehatan (TRS 1025 Annex 7) mendefinisikan FEFO sebagai prosedur distribusi yang memastikan stok dengan tanggal kedaluwarsa paling awal didistribusikan atau dipakai lebih dulu, sebelum stok yang sama dengan tanggal kedaluwarsa lebih lambat. Artinya, sistem atau picker harus melihat tanggal kedaluwarsa tiap batch, bukan tanggal datangnya.
FEFO cocok untuk barang yang punya masa pakai: makanan, minuman, obat, produk kesehatan, kosmetik, dan bahan kimia tertentu. Untuk barang seperti ini, salah urutan bisa membuat barang kedaluwarsa di rak padahal masih tercatat sebagai stok.
Berikut ilustrasi dengan tanggal buatan.
CONTOH Gudang menerima dua batch produk minuman yang sama.
| Batch | Tanggal terima | Tanggal kedaluwarsa | Keluar dulu menurut FIFO | Keluar dulu menurut FEFO |
|---|---|---|---|---|
| A | 1 Maret | 30 November | Ya | Tidak |
| B | 10 Maret | 31 Agustus | Tidak | Ya |
Batch B datang belakangan, tapi kedaluwarsanya lebih dekat. Dengan FIFO, batch A keluar duluan dan batch B berisiko kedaluwarsa di gudang. Dengan FEFO, batch B keluar duluan. Inilah alasan barang yang masuk duluan belum tentu harus keluar duluan.
Kalau Anda mencari "FIFO adalah", hasilnya sering bercampur dengan akuntansi. Di akuntansi, FIFO adalah metode menghitung nilai persediaan dan harga pokok penjualan di laporan keuangan. Di gudang, FIFO adalah urutan fisik barang diambil dari rak. Keduanya tidak harus sama. Bagian keuangan bisa memakai satu metode penilaian, sementara gudang menjalankan FEFO karena barangnya punya tanggal kedaluwarsa. Saat berdiskusi dengan bagian keuangan, pastikan Anda membicarakan hal yang sama.
FEFO terdengar sederhana, tapi gagal kalau datanya tidak ada. Ada tiga syarat dasar.
Tanpa tanggal kedaluwarsa di sistem, FEFO hanya tebak-tebakan. Pedoman CDOB BPOM (Peraturan BPOM 9/2019, butir 4.15) mewajibkan nomor bets dan tanggal kedaluwarsa obat dicatat saat penerimaan. Langkah ini dibahas di artikel mencatat batch saat penerimaan.
Setiap batch sebaiknya punya label yang jelas dan lokasi yang tercatat. Hindari mencampur dua batch di satu lokasi, karena picker tidak bisa memilih batch yang benar. Proses penempatannya dibahas di putaway per batch.
Kebiasaan paling umum di lapangan adalah mengambil barang yang paling mudah dijangkau. Kalau barang baru ditaruh di depan, FEFO langsung gagal. Picker perlu mengikuti lokasi dan batch yang ditunjuk sistem atau daftar ambil.
Untuk distribusi obat di Indonesia, pedoman CDOB BPOM (Peraturan BPOM 9/2019) menyebut di butir 4.24 bahwa rotasi stok harus sesuai tanggal kedaluwarsa dan mengikuti kaidah First Expired First Out (FEFO). Butir 4.36 menambahkan bahwa pengambilan obat harus berdasarkan FEFO, dengan masa simpan yang cukup, dan nomor bets dicatat. Menurut siaran pers BPOM, peraturan ini sudah digantikan Peraturan BPOM 20/2025 tentang Standar CDOB, jadi pelaku distribusi obat perlu merujuk naskah terbaru.
Pedoman WHO TRS 1025 Annex 7 juga meminta, di butir 13.4, semua stok dicek berkala untuk menemukan barang yang mendekati tanggal kedaluwarsa. Untuk barang umum seperti makanan ringan atau kosmetik, ketentuan ini bukan aturan langsung, tapi prinsipnya tetap berguna.
Kalau Anda bingung metode mana yang dipakai di gudang Anda, jawab tiga pertanyaan ini:
Untuk barang tanpa tanggal kedaluwarsa, FIFO biasanya cukup dan lebih mudah dijalankan. Yang penting, metode yang dipilih tertulis di prosedur gudang dan dipahami semua orang, dari checker sampai picker.
FIFO (first in, first out) mengeluarkan barang berdasarkan urutan masuk: yang datang lebih dulu keluar lebih dulu. FEFO (first expired, first out) mengeluarkan barang berdasarkan tanggal kedaluwarsa: yang paling cepat kedaluwarsa keluar lebih dulu, walaupun datangnya belakangan. Untuk barang tanpa tanggal kedaluwarsa, FIFO biasanya cukup.
FEFO dipakai untuk barang yang punya tanggal kedaluwarsa, seperti obat, produk kesehatan, makanan, dan minuman. Untuk distribusi obat di Indonesia, pedoman CDOB BPOM (Peraturan BPOM 9/2019) menyebut rotasi stok mengikuti kaidah FEFO. Peraturan itu kini digantikan Peraturan BPOM 20/2025, jadi rujuk naskah terbarunya untuk ketentuan resmi.
Tidak sama. FIFO di gudang adalah urutan fisik barang keluar dari rak. FIFO di akuntansi adalah cara menghitung nilai persediaan dan harga pokok di laporan keuangan. Keduanya bisa memakai nama yang sama tanpa harus saling mengikuti.
LIFO (last in, first out) berarti barang yang terakhir masuk keluar lebih dulu. Untuk barang yang bisa kedaluwarsa atau usang, pola ini berisiko karena stok lama bisa tertinggal terlalu lama di gudang.

Safety stock adalah stok cadangan saat permintaan naik atau pasokan telat. Pelajari faktor penentunya, rumus sederhana, dan contoh hitungnya untuk gudang.

Cross docking adalah cara memindahkan barang dari truk masuk ke truk keluar tanpa disimpan. Pelajari cara kerja, contoh, kelebihan, dan syarat suksesnya.

Lead time dan transit time sering tertukar, padahal bedanya bisa bikin stok habis. Pahami komponen lead time, contoh hitung, dan cara mengukurnya sendiri.
Follow Ngerti Logistik di TikTok, Instagram Reels, dan Facebook Reels. Penjelasan singkat setiap minggu.