
Safety Stock (Stok Pengaman): Cadangan Supaya Stok Tidak Habis
Safety stock adalah stok cadangan saat permintaan naik atau pasokan telat. Pelajari faktor penentunya, rumus sederhana, dan contoh hitungnya untuk gudang.
Lead time dan transit time sering tertukar, padahal bedanya bisa bikin stok habis. Pahami komponen lead time, contoh hitung, dan cara mengukurnya sendiri.
Transit time = waktu barang di jalan. Lead time = dari pesanan dibuat sampai barang siap dipakai. Rencanakan stok dengan lead time.
Lead time adalah total waktu dari pesanan dibuat sampai barang siap dipakai. Transit time adalah waktu barang di perjalanan, dari dikirim sampai tiba. Keduanya sering tertukar, padahal kalau Anda merencanakan stok dengan transit time, stok bisa habis sebelum barang baru datang.
Transit time adalah waktu di jalan, sedangkan lead time adalah waktu dari pesan sampai siap pakai. Transit time hanya satu potongan di dalam lead time.
| Transit time | Lead time | |
|---|---|---|
| Mulai dihitung | Saat barang dikirim | Saat pesanan dibuat |
| Selesai dihitung | Saat barang tiba | Saat barang siap dipakai atau dijual |
| Yang dicakup | Perjalanan saja | Proses pesanan, penyiapan, perjalanan, penerimaan |
| Dipakai untuk | Memilih layanan kirim | Merencanakan kapan pesan ulang |
Transit time adalah lama barang berada di perjalanan. Hitungannya dimulai ketika barang diserahkan ke pengangkut dan berakhir ketika barang tiba di tujuan. Angka "estimasi 2 sampai 3 hari" yang Anda lihat saat memilih layanan kirim biasanya adalah transit time.
Transit time dipengaruhi jarak, moda transportasi, dan berapa kali barang singgah. Paket yang singgah di beberapa titik pemilahan bisa lebih lama, seperti dibahas di artikel tentang transit di hub kurir.
Dalam materi kuliah manajemen rantai pasok Universitas Esa Unggul, lead time dijelaskan sebagai waktu yang diperlukan dari proses awal pemesanan sampai barang diterima oleh pemesan. Dalam praktik gudang, saya menghitungnya sampai barang benar-benar siap dipakai, karena barang yang baru tiba belum tentu bisa langsung dijual. Ada empat komponen utama.
Pesanan Anda perlu diterima, dicek, dan disetujui oleh pemasok. Kadang menunggu konfirmasi harga, ketersediaan, atau pembayaran.
Kalau barangnya ada di gudang pemasok, tinggal disiapkan dan dikemas. Kalau harus dibuat dulu, waktunya bisa jauh lebih lama.
Inilah transit time: barang di jalan, dari gudang pemasok ke gudang Anda.
Barang yang tiba perlu dibongkar, dihitung, dicek kondisinya, dan dicatat sebelum boleh dijual. Bagian ini sering dilupakan. Pelajari lebih lanjut soal waktu penerimaan barang di gudang.
Ilustrasi berikut fiktif, untuk menunjukkan selisihnya.
CONTOH Anda memesan barang hari Senin. Garis waktunya: - Hari 1 sampai 2: pemasok memproses pesanan dan menunggu konfirmasi pembayaran. - Hari 3 sampai 6: barang disiapkan dan dikemas. - Hari 7 sampai 9: barang di perjalanan (transit time 3 hari). - Hari 10: barang dibongkar, dicek, dan dicatat, lalu siap dijual.
Pemasok bilang "kirim 3 hari", tapi lead time sebenarnya 10 hari.
Kalau Anda memesan ulang dengan anggapan barang datang dalam 3 hari, ada 7 hari ketika stok bisa habis sementara barang baru belum siap.
Titik pesan ulang pada dasarnya menjawab satu pertanyaan: berapa stok yang dibutuhkan selama menunggu barang baru siap? Jawabannya adalah rata-rata pemakaian per hari dikali lead time.
Lead time juga dipakai untuk menghitung safety stock, yaitu cadangan untuk berjaga dari lonjakan permintaan atau keterlambatan. Salah satu rumus yang dijelaskan IBM memakai selisih antara pemakaian harian maksimum dikali waktu tunggu maksimum, dengan pemakaian harian rata-rata dikali waktu tunggu rata-rata. Artinya, makin tidak menentu lead time pemasok, makin besar cadangan yang dibutuhkan.
Sebaliknya, kalau lead time ditaksir terlalu panjang, Anda memesan terlalu awal dan terlalu banyak. Ini membawa risiko stok berlebih.
Anda tidak perlu software khusus untuk mulai. Tabel sederhana sudah cukup.
Untuk setiap pesanan, catat dua tanggal: saat pesanan (PO) dikirim ke pemasok, dan saat barang selesai dicek dan siap dipakai. Selisihnya adalah lead time pesanan itu.
Setelah terkumpul beberapa pesanan, hitung rata-ratanya. Catat juga lead time terlama, karena angka ini yang menentukan seberapa besar risiko Anda kehabisan stok.
Lead time bisa berubah, misalnya menjelang hari raya, saat pemasok ganti gudang, atau saat cuaca buruk. Tinjau ulang angkanya secara berkala dan pisahkan per pemasok.
Berikut ilustrasi tabel pencatatannya. Angkanya fiktif.
CONTOH Catatan 4 pesanan terakhir dari satu pemasok:
Pesanan Tanggal PO Tanggal siap pakai Lead time 1 2 Agustus 11 Agustus 9 hari 2 16 Agustus 26 Agustus 10 hari 3 1 September 9 September 8 hari 4 15 September 28 September 13 hari Rata-ratanya (9 + 10 + 8 + 13) ÷ 4 = 10 hari. Lead time terlamanya 13 hari. Kalau Anda hanya memakai angka rata-rata, pesanan seperti nomor 4 tetap bisa membuat stok habis. Di sinilah safety stock berperan.
Dari tabel seperti ini, Anda juga bisa melihat pola. Misalnya, apakah pesanan yang dibuat di akhir bulan selalu lebih lama, atau apakah satu pemasok jauh lebih stabil dari yang lain.
Saat pemasok menyebut "kirim 3 hari", ajukan pertanyaan berikut:
Transit time adalah waktu barang di perjalanan, dari dikirim sampai tiba. Lead time lebih panjang, yaitu dari pesanan dibuat sampai barang siap dipakai atau dijual. Transit time hanyalah salah satu bagian dari lead time.
Catat tanggal pesanan (PO) dibuat dan tanggal barang selesai dicek di gudang dan siap dipakai, lalu hitung selisih harinya. Lakukan untuk beberapa pesanan terakhir dari pemasok yang sama. Dari situ, lihat rata-ratanya dan yang paling lama, lalu perbarui angkanya secara berkala.
Secara sederhana, lead time terdiri dari waktu proses pesanan, waktu produksi atau penyiapan barang, waktu pengiriman (transit), dan waktu penerimaan serta pengecekan di gudang. Setiap komponen bisa molor, jadi semuanya perlu dihitung, bukan hanya waktu di jalan.
Dalam pengiriman, lead time adalah total waktu dari pesanan dibuat sampai barang diterima dan siap dipakai. Angka yang sering dijanjikan penyedia jasa kirim, misalnya dua atau tiga hari, biasanya adalah transit time. Untuk perencanaan stok, Anda perlu lead time yang lengkap.

Safety stock adalah stok cadangan saat permintaan naik atau pasokan telat. Pelajari faktor penentunya, rumus sederhana, dan contoh hitungnya untuk gudang.

Cross docking adalah cara memindahkan barang dari truk masuk ke truk keluar tanpa disimpan. Pelajari cara kerja, contoh, kelebihan, dan syarat suksesnya.

FIFO dan FEFO menentukan barang mana yang keluar duluan dari gudang. Pelajari bedanya, contoh batch, dan kapan FEFO wajib dipakai untuk obat dan makanan.
Follow Ngerti Logistik di TikTok, Instagram Reels, dan Facebook Reels. Penjelasan singkat setiap minggu.