
Putaway: Barang Sudah Diterima, Lalu Disimpan di Mana?
Putaway adalah proses memindahkan barang dari area penerimaan ke lokasi rak lalu mencatatnya. Pelajari aturan penempatan dan kesalahan yang sering terjadi.
Alur proses gudang ada 5 langkah: terima, simpan, ambil, kemas, kirim. Pahami apa yang dicek dan dicatat di setiap langkah agar barang tidak hilang di rak.
Alur dasar gudang: terima → simpan → ambil → kemas → kirim. Gudang yang rapi adalah gudang yang setiap langkahnya tercatat.
Alur proses gudang terdiri dari lima langkah dasar: penerimaan (receiving), penyimpanan (putaway), pengambilan (picking), pengemasan (packing), dan pengiriman (shipping). Singkatnya: terima, simpan, ambil, kemas, kirim. Di setiap langkah, barang dicek dan dicatat agar tidak hilang di rak.
Artikel ini versi lengkap dari video 60 detik "5 langkah barang di gudang" di Ngerti Logistik.
Alurnya bisa dibayangkan seperti ini:
Terima → Simpan → Ambil → Kemas → Kirim
Dua langkah pertama mengurus barang masuk, tiga langkah terakhir mengurus barang keluar. Pembagian ini sering disebut inbound dan outbound.
Gudang nyata biasanya punya langkah tambahan. Materi "Fungsi dan Aktivitas Pergudangan" dari Supply Chain Indonesia (2015) menyebut kegiatan seperti pemeriksaan barang yang diterima, order picking, sortasi, loading, unloading, dan cross docking. Namun lima langkah di atas adalah kerangka dasarnya.
Penerimaan adalah pintu masuk barang. Materi Supply Chain Indonesia menyebut tiga hal dalam receiving: pengecekan transportasi, menerima seluruh barang yang masuk, dan memastikan kuantitas serta kualitas barang sesuai dengan dokumen pesanan.
Dalam praktik, petugas mencocokkan barang fisik dengan dokumen. Yang dicek antara lain jumlah, kode barang atau SKU, kondisi kemasan, dan bila ada, nomor batch serta tanggal kedaluwarsa. Barang yang rusak atau kurang dicatat saat itu juga, bukan belakangan. Rincian pengecekannya dibahas di artikel cek saat penerimaan barang.
Setelah diterima, barang dipindahkan ke tempat penyimpanan. Supply Chain Indonesia mendefinisikan "Put Away adalah proses penempatan barang pada lokasi penyimpanan."
Kata kuncinya adalah lokasi. Barang tidak cukup "ditaruh di rak". Kode lokasi raknya harus tercatat di sistem atau kartu stok. Kalau tidak, barangnya ada, tetapi tidak bisa ditemukan saat dibutuhkan. Cara memilih lokasi yang tepat dibahas di artikel putaway.
Saat ada pesanan, petugas mengambil barang dari rak. Supply Chain Indonesia mendefinisikan picking sebagai "aktifitas penyiapan barang didalam gudang sesuai dengan surat pesanan."
Petugas biasanya bekerja dengan daftar ambil (picking list) yang berisi kode barang, jumlah, dan lokasi rak. Kesalahan yang sering terjadi di sini adalah mengambil varian yang mirip, misalnya isi kemasan berbeda. Karena itu, petugas sebaiknya mencocokkan kode, bukan hanya melihat gambar atau nama.
Barang yang sudah diambil lalu dikemas. Menurut materi yang sama, pengemasan dilakukan agar barang aman. Dalam praktik, langkah ini juga menjadi titik cek terakhir sebelum barang meninggalkan gudang.
Petugas memastikan isi paket cocok dengan pesanan, memilih kemasan dan pengisi yang sesuai, lalu menempelkan label pengiriman. Label yang salah tempel bisa membuat paket benar terkirim ke alamat yang salah.
Pengiriman adalah aktivitas mengirim barang dari gudang ke pemesan. Paket diserahkan ke kurir atau dimuat ke truk, biasanya dengan dokumen serah terima atau surat jalan.
Langkah ini sering dianggap selesai saat truk berangkat. Padahal ada satu hal penting: memperbarui status di sistem. Tanpa itu, stok terlihat masih ada, dan pembeli tidak bisa melacak pesanannya.
Tabel berikut adalah panduan umum. Isi dokumen dan nama perannya bisa berbeda di setiap gudang.
| Langkah | Dokumen atau data | Siapa yang biasanya mencatat | Risiko kalau tidak dicatat |
|---|---|---|---|
| Terima | Dokumen pesanan atau surat jalan pemasok, jumlah diterima, kondisi barang | Petugas penerimaan, admin gudang | Barang kurang atau rusak tidak bisa diklaim |
| Simpan | Kode barang, jumlah, kode lokasi rak | Petugas putaway | Barang ada, tetapi tidak ketemu |
| Ambil | Daftar ambil, jumlah diambil, kekurangan | Picker | Pesanan kurang atau salah varian |
| Kemas | Isi paket, label, berat atau ukuran paket | Packer | Paket salah isi atau salah alamat |
| Kirim | Serah terima, nomor resi atau surat jalan, status kirim | Admin pengiriman | Stok dan status pesanan tidak akurat |
Kalau salah satu kolom ini kosong, cepat atau lambat muncul selisih stok antara sistem dan rak.
Cerita berikut adalah ilustrasi untuk menggambarkan alurnya.
CONTOH Senin pagi, gudang menerima 40 karton masker isi 50. Petugas penerimaan menghitung 40 karton, menemukan 1 karton penyok, lalu mencatatnya di dokumen penerimaan. 39 karton disimpan di rak A-03-2, dan lokasinya dicatat. Karton penyok ditaruh di area karantina.
Selasa siang, masuk pesanan 5 kotak masker isi 50. Sistem memberi daftar ambil: rak A-03-2, 5 kotak. Picker mengambil 5 kotak, memindai kodenya, lalu menyerahkannya ke meja kemas. Packer mencocokkan isi dengan pesanan, mengemas, dan menempel label. Sore harinya paket diserahkan ke kurir, admin memperbarui status menjadi "dikirim", dan stok di sistem otomatis berkurang 5 kotak.
Setiap langkah meninggalkan jejak. Kalau besok ada pertanyaan "barangnya ke mana?", jawabannya bisa ditelusuri.
Kegiatan utama gudang adalah menerima barang, menyimpannya di lokasi rak, mengambilnya saat ada pesanan, mengemas, lalu mengirimkannya. Gudang nyata biasanya punya kegiatan tambahan, seperti pemeriksaan barang yang diterima, sortasi, loading dan unloading, serta cross docking, yaitu barang masuk yang langsung diteruskan keluar tanpa disimpan lama.
Urutan dasarnya ada lima: penerimaan (receiving), penyimpanan (putaway), pengambilan (picking), pengemasan (packing), dan pengiriman (shipping). Dua langkah pertama mengurus barang masuk, tiga langkah terakhir mengurus barang keluar. Setiap langkah sebaiknya meninggalkan catatan agar stok di sistem sama dengan stok di rak.
Receiving adalah penerimaan barang masuk dan pencocokan jumlah serta kualitasnya dengan dokumen pesanan. Putaway adalah penempatan barang ke lokasi penyimpanan. Picking adalah penyiapan atau pengambilan barang sesuai pesanan. Packing adalah pengemasan barang agar aman selama perjalanan, lalu diberi label.
Fungsi gudang bukan hanya menyimpan. Materi Supply Chain Indonesia (2015) menyebut beberapa fungsi, antara lain terminal konsolidasi, pusat distribusi, operasi break-bulk (memecah kiriman besar menjadi kiriman kecil), in-transit mixing, dan cross-dock. Intinya, gudang menjadi titik kendali agar barang mengalir tepat jumlah dan tepat waktu.

Putaway adalah proses memindahkan barang dari area penerimaan ke lokasi rak lalu mencatatnya. Pelajari aturan penempatan dan kesalahan yang sering terjadi.

Stok di sistem beda dengan di rak? Kenali 4 penyebab selisih stok gudang, cara menelusurinya, dan cara memulai cycle count agar akurasi stok terjaga.

Barang datang dari supplier? Cek 4 hal ini sebelum tanda tangan: dokumen, jumlah, kondisi, serta batch dan kedaluwarsa. Lengkap dengan contoh checklist.
Follow Ngerti Logistik di TikTok, Instagram Reels, dan Facebook Reels. Penjelasan singkat setiap minggu.