
Safety Stock (Stok Pengaman): Cadangan Supaya Stok Tidak Habis
Safety stock adalah stok cadangan saat permintaan naik atau pasokan telat. Pelajari faktor penentunya, rumus sederhana, dan contoh hitungnya untuk gudang.
SKU adalah kode untuk setiap varian barang yang dihitung terpisah. Pelajari arti stock keeping unit, contoh kode SKU, dan bedanya dengan barcode di sini.
Satu SKU = satu varian yang dihitung, disimpan, dan dijual terpisah. Stok selalu dihitung per SKU.
SKU adalah singkatan dari stock keeping unit, yaitu kode untuk setiap varian barang yang dihitung, disimpan, dan dijual terpisah. Jadi, kodenya bukan untuk jenis barang secara umum, melainkan untuk setiap varian. Masker isi 50 dan masker isi 20 adalah dua SKU berbeda.
Artikel ini versi lengkap dari video 60 detik "SKU itu apa?" di Ngerti Logistik. Kita bahas kenapa satu barang bisa punya banyak SKU, bedanya dengan barcode, dan cara membuat kode SKU sederhana.
Bayangkan rak gudang berisi masker merek yang sama. Ada yang isi 50, ada yang isi 20. Bagi pembeli, keduanya "masker". Bagi gudang, keduanya barang berbeda, karena jumlah stoknya dihitung terpisah dan pesanan pelanggan juga menyebut varian tertentu.
Di sinilah SKU bekerja. Setiap varian diberi kode sendiri, sehingga sistem, label rak, dan petugas gudang membicarakan barang yang sama persis.
Untuk penjual online, logikanya sama. Pilihan varian di halaman produk, misalnya warna atau ukuran, pada dasarnya adalah SKU. Kalau varian tertukar, pembeli menerima barang yang tidak ia pesan, dan komplain pun datang.
Satu produk bisa pecah menjadi banyak SKU karena hal-hal berikut.
Masker isi 50 dan isi 20 harganya beda, ukurannya beda, dan stoknya habis dengan kecepatan berbeda. Karena itu keduanya perlu dihitung terpisah.
Kaus ukuran M dan L, atau tas hitam dan cokelat, biasanya dipisah SKU-nya. Pembeli memilih varian yang spesifik, jadi gudang harus tahu stok setiap varian.
Sebagian usaha menjual barang yang sama dalam satuan dan dalam karton. Kalau keduanya dijual dan disimpan sebagai unit berbeda, masing-masing perlu SKU sendiri. Kalau tidak, stok satuan dan stok karton akan tercampur di catatan.
Tabel berikut ilustrasi. Kode di bawah dibuat untuk contoh, bukan standar resmi.
CONTOH
Nama barang Varian Kode SKU Satuan Masker medis 3 ply Biru, isi 50 MSK-BIR-050 Kotak Masker medis 3 ply Biru, isi 20 MSK-BIR-020 Kotak Masker medis 3 ply Putih, isi 50 MSK-PUT-050 Kotak Masker medis 3 ply Biru, isi 50, karton 40 kotak MSK-BIR-050-K40 Karton
Empat baris, empat SKU, walaupun semuanya "masker". Dengan cara ini, laporan stok bisa menjawab pertanyaan spesifik, misalnya berapa kotak masker biru isi 20 yang tersisa.
Banyak orang menyamakan SKU dengan barcode. Keduanya berhubungan, tetapi tidak sama.
Menariknya, prinsipnya sama. GS1 menyatakan "each product variation needs its own GS1 GTIN": setiap ukuran, warna, dan kombinasinya butuh nomor sendiri. Aturan pengelolaan GTIN dari GS1 juga menyebut bahwa perubahan isi bersih yang tercantum di kemasan mengharuskan GTIN baru. Jadi, baik SKU maupun GTIN memegang prinsip yang sama: satu varian, satu kode.
| Aspek | SKU | GTIN di barcode |
|---|---|---|
| Siapa yang membuat | Perusahaan atau toko sendiri | Diterbitkan lewat organisasi anggota GS1 |
| Berlaku di mana | Internal | Global |
| Format | Bebas, sesuai kebutuhan | Mengikuti standar GS1 |
| Fungsi utama | Mengelola stok dan pesanan | Identifikasi produk dalam perdagangan |
Perlu diingat: tidak ada format SKU baku yang berlaku untuk semua usaha. Yang penting adalah aturan internal Anda jelas dan dipatuhi.
Susun kode dari kiri ke kanan, dari yang umum ke yang spesifik: jenis barang, lalu varian, lalu isi atau ukuran. Hindari huruf O dan angka 0 di posisi yang bisa tertukar. Buat daftar induk SKU di satu tempat, berisi kode, nama lengkap, varian, dan satuan.
Saat produk berhenti dijual, biarkan kodenya pensiun. Kalau kode lama dipakai untuk barang baru, data penjualan dan stok lama akan tercampur dengan barang yang berbeda.
Stok yang benar adalah stok per SKU. Kalau dua varian dicampur dalam satu kode, sistem bisa bilang barang tersedia, padahal varian yang dipesan sudah habis.
CONTOH Toko mencatat masker isi 50 dan isi 20 dalam satu kode. Sistem menunjukkan stok 30 kotak. Pembeli memesan 10 kotak isi 50, padahal di rak tinggal kotak isi 20. Pesanan terlanjur diterima, lalu dibatalkan atau dikirim salah.
Masalah seperti ini sering berujung pada selisih stok di sistem dan rak. SKU yang rapi juga memudahkan setiap tahap dalam alur proses gudang, dari penerimaan sampai pengiriman.
SKU adalah singkatan dari stock keeping unit. Dalam bahasa sehari-hari di gudang, SKU berarti kode untuk satu varian barang yang stoknya dihitung, disimpan, dan dijual terpisah. Barang yang berbeda isi, warna, ukuran, atau kemasan jualnya biasanya punya SKU sendiri.
SKU biasanya kode internal yang dibuat sendiri oleh perusahaan atau toko untuk mengelola stok. Barcode adalah gambar garis yang bisa dipindai, dan pada produk ritel umumnya berisi GTIN, nomor global dari sistem GS1. Satu varian bisa punya SKU internal sekaligus GTIN di barcode-nya.
Buat kode yang unik untuk setiap varian, konsisten polanya, dan tanpa spasi. Susun dari bagian yang mudah dibaca, misalnya singkatan jenis barang, varian, lalu isi kemasan. Catat semua kode di satu daftar induk dan jangan memakai ulang kode lama untuk barang baru. Tidak ada format SKU baku yang berlaku untuk semua usaha.
Umumnya ya, kalau warna itu disimpan, dihitung, dan dijual terpisah. Kalau warnanya tidak dibedakan, sistem tidak bisa tahu stok merah dan biru masing-masing, sehingga pembeli bisa menerima warna yang salah. Prinsip yang sama dipakai GS1 untuk GTIN: setiap ukuran, warna, dan kombinasinya butuh nomor sendiri.

Safety stock adalah stok cadangan saat permintaan naik atau pasokan telat. Pelajari faktor penentunya, rumus sederhana, dan contoh hitungnya untuk gudang.

Cross docking adalah cara memindahkan barang dari truk masuk ke truk keluar tanpa disimpan. Pelajari cara kerja, contoh, kelebihan, dan syarat suksesnya.

Lead time dan transit time sering tertukar, padahal bedanya bisa bikin stok habis. Pahami komponen lead time, contoh hitung, dan cara mengukurnya sendiri.
Follow Ngerti Logistik di TikTok, Instagram Reels, dan Facebook Reels. Penjelasan singkat setiap minggu.