
Safety Stock (Stok Pengaman): Cadangan Supaya Stok Tidak Habis
Safety stock adalah stok cadangan saat permintaan naik atau pasokan telat. Pelajari faktor penentunya, rumus sederhana, dan contoh hitungnya untuk gudang.
Apa perbedaan logistik dan supply chain? Simak definisi CSCMP, tabel perbandingan, dan analogi sederhana supaya tidak tertukar lagi. Baca penjelasannya.
Supply chain adalah seluruh rantai dari bahan baku sampai pembeli; logistik adalah bagian di dalamnya yang mengalirkan dan menyimpan barang beserta informasinya.
Perbedaan logistik dan supply chain ada pada cakupannya. Supply chain (rantai pasok) adalah seluruh rantai, dari bahan baku, pabrik, distributor, sampai pembeli. Logistik adalah salah satu bagian di dalamnya, yang mengatur aliran dan penyimpanan barang beserta informasinya.
Artikel ini versi lengkap dari video 60 detik "Logistik vs supply chain" di Ngerti Logistik. Kita pakai definisi resmi, tabel perbandingan, analogi, dan satu contoh yang dekat dengan keseharian.
Semua logistik adalah bagian dari supply chain, tetapi supply chain lebih dari sekadar logistik.
Supply chain juga mencakup keputusan seperti memilih pemasok, merencanakan produksi, dan kerja sama antarperusahaan. Logistik fokus menjalankan perpindahan dan penyimpanan barang beserta datanya.
Rujukan yang banyak dipakai adalah glosarium CSCMP (Council of Supply Chain Management Professionals), asosiasi profesional di bidang supply chain. Definisinya diawali kalimat "Supply chain management encompasses the planning and management of all activities involved in sourcing and procurement".
Parafrasenya: supply chain management mencakup perencanaan dan pengelolaan semua kegiatan pengadaan (sourcing dan procurement), konversi (proses mengubah bahan menjadi produk), dan semua kegiatan logistik. CSCMP juga menekankan koordinasi dan kerja sama dengan mitra, serta penyatuan pengelolaan pasokan dan permintaan di dalam maupun antarperusahaan.
Dalam bahasa Indonesia, padanannya adalah rantai pasok. KBBI daring mengartikannya "semua produsen dan pemasok dalam proses manufaktur". Dalam praktik, istilah ini dipakai lebih luas sampai ke pembeli akhir.
Satu catatan singkat: orang kadang membedakan "supply chain" (rantainya) dan "supply chain management" (cara mengelolanya). Untuk memahami bedanya dengan logistik, Anda cukup ingat bahwa keduanya merujuk ke cakupan yang sama luasnya.
Menurut CSCMP, mitra yang dikoordinasikan dalam supply chain antara lain pemasok, perantara, penyedia jasa pihak ketiga, dan pelanggan. Jadi, satu supply chain hampir selalu melibatkan banyak perusahaan, bukan satu perusahaan saja.
CSCMP mendefinisikan logistics management sebagai "that part of supply chain management that plans, implements, and controls the efficient, effective forward and reverse flow and storage of goods". Kalimat lengkapnya menyebut juga jasa dan informasi terkait, dari titik asal ke titik konsumsi, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Perhatikan frasa pembukanya: "that part of supply chain management". Definisi resmi sendiri sudah menyatakan logistik adalah bagian dari supply chain. Penjelasan dasar tentang logistik ada di artikel pengertian logistik.
Menurut CSCMP, kegiatan logistik umumnya meliputi transportasi, pengelolaan armada, pergudangan, penanganan material, pemenuhan pesanan, desain jaringan, pengelolaan persediaan, perencanaan pasokan dan permintaan, serta pengelolaan penyedia jasa logistik pihak ketiga. Logistik juga bisa bersinggungan dengan pengadaan, perencanaan produksi, kemasan, dan layanan pelanggan. Gambaran lengkapnya ada di artikel ruang lingkup logistik.
| Aspek | Supply chain | Logistik |
|---|---|---|
| Cakupan | Seluruh rantai: bahan baku, produksi, distribusi, sampai pembeli | Aliran dan penyimpanan barang serta informasinya di dalam rantai itu |
| Kegiatan utama | Pengadaan, konversi/produksi, logistik, koordinasi antarmitra | Transportasi, gudang, stok, kemasan, pencatatan, retur |
| Contoh keputusan | Memilih pemasok, menentukan jumlah produksi bulan depan | Memilih rute truk, menentukan lokasi rak, menjadwalkan pengiriman |
| Contoh peran | Perencana supply chain, staf pengadaan, perencana produksi | Staf gudang, admin stok, perencana transportasi, staf pengiriman |
Kolom "contoh keputusan" paling membantu. Kalau keputusannya soal apa yang dibeli, dibuat, dan dari siapa, itu ranah supply chain secara luas. Kalau soal bagaimana barang dipindahkan, disimpan, dan dicatat, itu ranah logistik.
Bayangkan Anda merencanakan mudik. Menentukan kota tujuan, siapa yang ikut, dan kapan berangkat adalah "peta perjalanan". Itulah supply chain.
Menyiapkan bagasi, memilih rute, mengisi bensin, dan memastikan semua orang sampai dengan selamat adalah "menjalankan perjalanan". Itulah logistik.
Peta yang bagus tidak berguna kalau perjalanannya kacau. Sebaliknya, perjalanan yang lancar tidak membantu kalau tujuannya salah. Keduanya saling butuh.
Mari kita telusuri sekotak masker dan tandai setiap kegiatannya. Urutan dan pembagian di bawah ini ilustrasi untuk memudahkan, bukan proses satu perusahaan tertentu.
CONTOH 1. Pabrik memilih pemasok kain nonwoven dan tali karet. (supply chain: pengadaan) 2. Tim perencana menetapkan produksi bulan depan berdasarkan perkiraan penjualan. (supply chain: perencanaan) 3. Bahan baku diangkut dari pemasok ke pabrik. (logistik: transportasi masuk) 4. Masker diproduksi dan dikemas per kotak. (supply chain: konversi) 5. Karton masker disimpan di gudang dan dicatat lokasinya. (logistik: pergudangan dan informasi) 6. Pesanan toko diambil, dikemas, lalu dikirim dengan truk. (logistik: pemenuhan pesanan dan transportasi) 7. Kotak penyok dikembalikan toko dan dicek ulang. (logistik: alur balik/retur)
Terlihat bahwa logistik muncul berulang kali di sepanjang rantai, tetapi tidak semua langkah adalah logistik. Barang yang masuk dan keluar gudang bisa Anda pelajari lebih lanjut di artikel inbound dan outbound.
Ya. Glosarium CSCMP menyebut logistics management sebagai bagian dari supply chain management. Artinya semua kegiatan logistik termasuk dalam supply chain, tetapi supply chain juga mencakup kegiatan lain seperti memilih pemasok, merencanakan produksi, dan kerja sama antarperusahaan.
Padanan yang umum dipakai adalah rantai pasok. KBBI daring mencatat rantai pasok sebagai semua produsen dan pemasok dalam proses manufaktur. Dalam praktik bisnis, istilah ini dipakai lebih luas, mencakup seluruh rantai dari bahan baku sampai barang diterima pembeli.
Supply chain lebih luas. Supply chain mencakup pengadaan, produksi atau konversi, seluruh kegiatan logistik, dan koordinasi dengan mitra seperti pemasok dan pelanggan. Logistik adalah satu bagian di dalamnya yang fokus pada aliran dan penyimpanan barang serta informasinya.
Contohnya memilih dan menilai pemasok bahan baku, bernegosiasi harga dan kontrak pembelian, merencanakan jadwal produksi di pabrik, dan menyelaraskan rencana penjualan dengan pasokan. Kegiatan ini menentukan apa yang dibuat dan dari siapa, sedangkan logistik menjalankan perpindahan dan penyimpanan barangnya.

Safety stock adalah stok cadangan saat permintaan naik atau pasokan telat. Pelajari faktor penentunya, rumus sederhana, dan contoh hitungnya untuk gudang.

Cross docking adalah cara memindahkan barang dari truk masuk ke truk keluar tanpa disimpan. Pelajari cara kerja, contoh, kelebihan, dan syarat suksesnya.

Lead time dan transit time sering tertukar, padahal bedanya bisa bikin stok habis. Pahami komponen lead time, contoh hitung, dan cara mengukurnya sendiri.
Follow Ngerti Logistik di TikTok, Instagram Reels, dan Facebook Reels. Penjelasan singkat setiap minggu.