
Salah Kaprah: Cepat Sampai = Pengiriman Bagus? Kenali 7R Logistik
Paket cepat sampai belum tentu pengiriman bagus. Kenali 7R logistik: tepat barang, jumlah, kondisi, waktu, dan lainnya, plus cara mencegah salah kirim.
Logistik itu kurir? Belum tentu. Kenali ruang lingkup logistik: transportasi, gudang, stok, kemasan, informasi, dan retur, plus beda logistik & ekspedisi.
Kurir hanya mengurus transportasi. Ruang lingkup logistik juga mencakup gudang, stok, kemasan, informasi, dan retur.
Logistik itu kurir? Belum tentu. Kurir hanya satu bagian, yaitu transportasi atau pengantaran. Ruang lingkup logistik jauh lebih luas: gudang, pengelolaan stok, kemasan, pencatatan informasi, sampai retur. Kurir adalah ujung yang paling terlihat, sementara pekerjaan lainnya ada di belakang layar.
Artikel ini versi lengkap dari video 60 detik "Logistik = kurir?" di Ngerti Logistik. Tujuannya meluruskan salah kaprah, bukan mengecilkan profesi kurir. Tanpa kurir, paket memang tidak sampai. Tetapi tanpa bagian lain, paket bahkan tidak pernah siap dikirim.
Coba ingat paket terakhir yang Anda terima. Sebelum kurir mengetuk pintu, barang itu sudah disimpan di gudang, dihitung stoknya, diambil dari rak, dikemas, diberi label, dan dicatat pergerakannya. Setelah diterima pun, ceritanya belum tentu selesai. Kalau barangnya salah atau rusak, ada proses retur.
Semua itu masuk dalam logistik. Kurir mengurus satu potongan penting di dalamnya.
Ada beberapa alasan yang masuk akal.
Padahal arti pertama logistik di KBBI saja sudah luas: "pengadaan, perawatan, distribusi, dan penyediaan (untuk mengganti) perlengkapan, perbekalan, dan ketenagaan". Distribusi hanya satu kata di antara beberapa kegiatan.
Glosarium CSCMP, asosiasi profesional supply chain, menyebut logistik mengendalikan aliran maju dan balik serta penyimpanan barang dan informasinya. Cakupannya meliputi transportasi, pengelolaan armada, pergudangan, penanganan material, pemenuhan pesanan, pengelolaan persediaan, serta perencanaan pasokan dan permintaan. Untuk pemula, saya ringkas menjadi enam bagian.
Memindahkan barang antartitik: dari pemasok ke gudang, dari gudang ke toko, atau dari gudang ke rumah pembeli. Di sinilah kurir, sopir truk, dan perencana rute bekerja.
Tempat barang diterima, disimpan, diambil, dikemas, dan disiapkan untuk dikirim. Rangkaian kegiatan di dalam gudang ini punya urutan dan aturan pencatatannya sendiri.
Menghitung berapa barang yang ada dan memutuskan kapan harus membeli lagi. Tujuannya agar barang tidak habis, tetapi juga tidak menumpuk terlalu lama di gudang.
Bagian ini jarang terlihat, tetapi dampaknya besar. Stok yang terlalu sedikit membuat pesanan ditolak. Stok yang terlalu banyak mengikat uang dan memakan tempat di rak. Orang yang mengurus stok setiap hari mencocokkan catatan sistem dengan isi rak, memantau barang yang cepat dan lambat terjual, lalu memberi sinyal kapan pembelian ulang perlu dilakukan. Semua keputusan itu terjadi jauh sebelum kurir datang menjemput paket.
Memilih kemasan dan cara mengemas supaya barang aman di perjalanan. Kemasan yang tepat mengurangi barang rusak dan retur.
Mencatat setiap pergerakan barang: masuk, pindah lokasi, keluar, dan diterima. Tanpa catatan yang benar, stok di sistem tidak bisa dipercaya.
Definisi CSCMP menyebut aliran balik. Contohnya barang yang dikembalikan karena salah kirim atau rusak. Barang retur harus diterima, dicek, lalu diputuskan: dijual lagi, diperbaiki, atau dimusnahkan.
Perlu dicatat, batas antara logistik dan bagian lain seperti pengadaan sering beririsan. Penjelasannya ada di artikel logistik vs supply chain.
Berikut gambaran urutan peran di balik satu paket. Nama jabatan dan pembagian tugas berbeda di setiap tempat.
Kurir ada di urutan kedelapan dari sembilan. Rincian tugas tiap peran dibahas di artikel peran-peran di gudang.
| Aspek | Logistik | Ekspedisi | Kurir |
|---|---|---|---|
| Cakupan | Aliran dan penyimpanan barang serta informasinya, termasuk retur | Pengangkutan dan pengiriman barang | Pengantaran barang ke penerima |
| Contoh kegiatan | Menyimpan, menghitung stok, mengemas, mencatat, mengangkut, mengurus retur | Menjemput, menyortir, dan mengangkut kiriman antarkota | Mengantar paket, meminta tanda terima |
| Contoh pekerjaan | Staf gudang, admin stok, perencana transportasi, staf retur | Staf operasional pengiriman, sopir truk | Kurir motor, kurir mobil |
Singkatnya, kurir bagian dari ekspedisi, dan ekspedisi bagian dari logistik. Tabel ini gambaran umum, dan di lapangan satu perusahaan bisa menjalankan beberapa peran sekaligus.
Kecepatan pengiriman hanya berguna kalau bagian sebelumnya benar.
CONTOH Sebuah toko online mencatat stok kaus ukuran L sebanyak 5 potong. Kenyataannya di rak tinggal 0, karena penjualan lewat kanal lain tidak dicatat. Pembeli memesan, toko menerima pesanan, dan kurir sudah dijadwalkan menjemput. Saat petugas mencari barang, raknya kosong. Pesanan dibatalkan, pembeli kecewa, dan kurir pulang tanpa paket.
Ilustrasi di atas fiktif. Masalahnya bukan di kurir, melainkan di pencatatan stok. Contoh lain: kemasan asal-asalan membuat barang pecah di jalan, atau label salah tempel membuat paket benar terkirim ke alamat yang salah.
Tidak sama. KBBI mengartikan ekspedisi antara lain sebagai pengiriman surat atau barang dan perusahaan pengangkutan barang, jadi fokusnya pada pengangkutan. Logistik lebih luas: selain transportasi, ia mencakup gudang, pengelolaan stok, kemasan, pencatatan informasi, dan retur. Ekspedisi adalah salah satu pelaku di dalam logistik.
Ya, kurir termasuk logistik, tepatnya di bagian transportasi dan pengantaran. Kurir adalah ujung yang paling terlihat oleh pembeli. Namun logistik tidak berhenti di kurir, karena sebelum paket sampai ke tangan kurir ada penyimpanan, penghitungan stok, pengemasan, dan pencatatan.
Selain pengiriman, logistik mencakup pergudangan, pengelolaan persediaan, perencanaan kapan harus membeli lagi, penanganan dan pengemasan barang, pemenuhan pesanan, pencatatan setiap pergerakan barang, dan alur balik seperti retur. Glosarium CSCMP juga menyebut pengelolaan armada, desain jaringan, dan perencanaan pasokan dan permintaan.
Pekerjaannya beragam. Ada yang menerima dan menyimpan barang di gudang, menghitung dan mencocokkan stok, mengambil serta mengemas pesanan, mengatur jadwal dan rute kendaraan, mengurus dokumen, menangani retur, sampai merencanakan pembelian ulang. Kurir dan sopir hanya sebagian dari peran-peran itu.

Paket cepat sampai belum tentu pengiriman bagus. Kenali 7R logistik: tepat barang, jumlah, kondisi, waktu, dan lainnya, plus cara mencegah salah kirim.

Stok menumpuk belum tentu aman. Kenali 4 dampak overstock: modal tertahan, biaya ruang, barang rusak atau kedaluwarsa, dan masalah perencanaan tertutup.

Baru kerja di gudang? Pahami 10 istilah gudang paling sering dipakai: SKU, PO, GR, putaway, picking, packing, DO, cycle count, FIFO, dan FEFO.
Follow Ngerti Logistik di TikTok, Instagram Reels, dan Facebook Reels. Penjelasan singkat setiap minggu.