Kamus Logistik

Inbound vs Outbound: Dua Arah Barang di Gudang

Inbound adalah barang masuk, outbound adalah barang keluar gudang. Pahami kegiatan masing-masing, contoh nyata, dan kenapa keduanya harus seimbang di sini.

Intinya

Inbound = barang masuk, outbound = barang keluar. Keduanya harus seimbang supaya gudang tidak penuh dan stok tidak cepat habis.

Daftar isi
  1. Inbound dan outbound gudang dalam satu kalimat
  2. Inbound: kegiatan barang masuk
  3. Bongkar muat
  4. Cek jumlah, kondisi, dan dokumen
  5. Simpan ke rak
  6. Outbound: kegiatan barang keluar
  7. Ambil barang sesuai pesanan
  8. Kemas dan muat
  9. Kirim dan perbarui status
  10. Tabel perbedaan inbound dan outbound
  11. Kenapa inbound dan outbound harus seimbang
  12. Pintu dan area terpisah: kenapa banyak gudang memisahkannya
  13. Inbound/outbound logistics dalam rantai pasok
  14. Kesalahan umum
  15. Daftar periksa harian sederhana
  16. Ringkasan

Inbound dan outbound gudang adalah dua arah aliran barang. Inbound adalah barang masuk ke gudang dari pemasok atau pabrik. Outbound adalah barang keluar dari gudang menuju pelanggan, toko, atau gudang lain.

Artikel ini versi lengkap dari video 60 detik Ngerti Logistik tentang inbound vs outbound.

Inbound dan outbound gudang dalam satu kalimat

Inbound itu masuk, outbound itu keluar. Gampang diingat, tapi di lapangan keduanya punya rangkaian kegiatan sendiri, orang sendiri, bahkan pintu sendiri. Dalam alur proses gudang, inbound ada di awal dan outbound ada di akhir.

Materi pergudangan dari Supply Chain Indonesia (Setijadi, 2015) menyusun aktivitas gudang dari unloading dan pemeriksaan barang yang diterima, lalu penyimpanan, order picking, sortation, loading, sampai delivery. Bagian awal rangkaian itu adalah inbound. Bagian akhirnya adalah outbound.

Inbound: kegiatan barang masuk

Bongkar muat

Truk datang, barang diturunkan ke area penerimaan. Di tahap ini yang penting: barang diturunkan dengan aman dan diletakkan di area yang sudah ditentukan, bukan di sembarang lorong.

Cek jumlah, kondisi, dan dokumen

Barang dicocokkan dengan dokumen pesanan. Materi Setijadi menyebut tujuan penerimaan (receiving) adalah memastikan kuantitas dan kualitas barang sesuai dokumen pesanan. Hitung jumlahnya, periksa kemasan, dan catat selisih kalau ada. Rinciannya ada di artikel pemeriksaan saat penerimaan barang.

Simpan ke rak

Setelah lolos pemeriksaan, barang dipindah ke lokasi simpan. Langkah ini disebut putaway. Dalam materi yang sama: "Put Away adalah proses penempatan barang pada lokasi penyimpanan." Lokasi ini harus tercatat supaya nanti barang mudah ditemukan.

Outbound: kegiatan barang keluar

Ambil barang sesuai pesanan

Kegiatan ini disebut picking. Setijadi mendefinisikannya sebagai aktivitas penyiapan barang di dalam gudang sesuai dengan surat pesanan. Picker mengambil barang dari lokasi yang tercatat, dengan jumlah dan jenis yang benar.

Kemas dan muat

Barang dikemas supaya aman di perjalanan, diberi label, lalu dimuat ke kendaraan sesuai urutan tujuan.

Kirim dan perbarui status

Dokumen pengiriman disiapkan, stok di sistem dikurangi, dan status pesanan diperbarui. Outbound selesai saat barang sudah berangkat dan catatannya benar.

Tabel perbedaan inbound dan outbound

Aspek Inbound Outbound
Arah barang Masuk ke gudang Keluar dari gudang
Asal dan tujuan Dari pemasok atau pabrik Ke pelanggan, toko, atau gudang lain
Kegiatan utama Bongkar, cek, catat, putaway Picking, packing, muat, kirim
Dokumen yang sering dipakai Surat jalan pemasok, pesanan pembelian Pesanan pelanggan, surat jalan keluar
Efek ke stok sistem Stok bertambah Stok berkurang
Risiko kalau berantakan Barang tidak tercatat atau salah lokasi Salah kirim, telat kirim

Kenapa inbound dan outbound harus seimbang

Gudang punya kapasitas terbatas. Kalau barang masuk lebih cepat dari barang keluar, isi gudang terus bertambah. Kalau sebaliknya, stok cepat habis dan pesanan tidak bisa dipenuhi.

CONTOH Sebuah gudang punya kapasitas 2.000 palet dan saat ini terisi 1.200 palet. Setiap hari masuk 100 palet, tapi yang keluar hanya 60 palet. Isi gudang bertambah 40 palet per hari. Sisa ruang 800 palet akan habis dalam 20 hari.

Angka di atas hanya ilustrasi, tapi polanya nyata. Dari pengalaman saya di gudang, gejala tidak seimbang biasanya terlihat lebih dulu di dok: palet menumpuk di area penerimaan karena rak penuh, atau truk keluar menunggu lama karena barang belum siap.

Keseimbangan bukan berarti jumlahnya harus selalu sama setiap hari. Yang penting, selisihnya direncanakan. Misalnya, menjelang musim ramai gudang memang sengaja menambah stok, tapi kapasitasnya sudah dihitung.

Pintu dan area terpisah: kenapa banyak gudang memisahkannya

Banyak gudang memisahkan pintu atau area untuk inbound dan outbound. Alasannya praktis:

  • Supaya tidak tabrakan. Truk bongkar dan truk muat tidak berebut dok.
  • Supaya tidak tertukar. Barang yang baru datang dan belum diperiksa tidak tercampur dengan barang siap kirim.
  • Supaya alurnya searah. Barang bergerak dari pintu masuk ke rak, lalu ke pintu keluar, tanpa bolak-balik.

Gudang kecil yang hanya punya satu pintu tetap bisa menerapkan prinsip ini dengan jadwal: misalnya pagi untuk bongkar, siang untuk muat. Ada juga cara kerja yang memindahkan barang dari inbound langsung ke outbound tanpa disimpan, yaitu cross-docking.

Inbound/outbound logistics dalam rantai pasok

Di level perusahaan, istilahnya lebih luas. CSCMP (Council of Supply Chain Management Professionals) mendefinisikan manajemen logistik sebagai bagian dari manajemen rantai pasok yang merencanakan dan mengendalikan aliran serta penyimpanan barang, jasa, dan informasi dari titik asal ke titik konsumsi. CSCMP juga menyebut kegiatan logistik umumnya mencakup manajemen transportasi inbound dan outbound. Jadi inbound logistics mencakup perjalanan barang dari pemasok, bukan hanya kegiatan di gudang. Perlu dicatat, ini berbeda dengan "outbound" di dunia pemasaran (menjemput calon pelanggan) atau kegiatan alam terbuka.

Kesalahan umum

  • Menumpuk barang inbound di dok tanpa putaway. Area penerimaan jadi gudang kedua yang tidak tercatat lokasinya.
  • Jadwal truk masuk dan keluar bentrok. Dok penuh, sopir menunggu, dan tim terpecah.
  • Mencatat belakangan. Barang sudah ada di rak tapi belum masuk sistem, sehingga picker mengira stok kosong.
  • Hanya memantau outbound. Pesanan keluar diperhatikan, tapi barang masuk dibiarkan menumpuk. Padahal inbound yang rapi memudahkan outbound, karena barang mudah ditemukan.

Daftar periksa harian sederhana

Kalau Anda baru memegang area inbound atau outbound, pertanyaan berikut bisa dipakai setiap akhir shift:

  • Apakah semua barang yang datang hari ini sudah diperiksa, dicatat, dan disimpan ke rak?
  • Apakah masih ada palet di area penerimaan? Kalau ada, kenapa belum disimpan?
  • Apakah semua pesanan yang dijadwalkan keluar hari ini sudah berangkat?
  • Apakah stok di sistem sudah bertambah dan berkurang sesuai barang yang masuk dan keluar?
  • Apakah jadwal truk besok sudah diatur supaya bongkar dan muat tidak bentrok?

Lima pertanyaan ini sederhana, tapi cukup untuk menangkap masalah sebelum menumpuk.

Ringkasan

  • Inbound adalah barang masuk ke gudang; outbound adalah barang keluar dari gudang.
  • Inbound: bongkar, cek jumlah dan kondisi, cocokkan dokumen, simpan ke rak.
  • Outbound: ambil sesuai pesanan, kemas, muat, kirim, perbarui status.
  • Keduanya harus seimbang dan direncanakan supaya gudang tidak penuh atau stok tidak habis.
  • Untuk memperdalam sisi inbound, lanjutkan ke artikel tentang pemeriksaan saat penerimaan barang.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu inbound dan outbound di gudang?

Inbound adalah semua kegiatan barang masuk ke gudang, dari pemasok atau pabrik. Outbound adalah semua kegiatan barang keluar dari gudang, menuju pelanggan, toko, atau gudang lain. Keduanya adalah dua arah aliran barang yang selalu dijaga di gudang.

Apa contoh kegiatan inbound?

Contoh kegiatan inbound adalah membongkar barang dari truk, mencocokkan barang dengan dokumen, menghitung jumlah, memeriksa kondisi kemasan, lalu menyimpan barang ke rak. Langkah menyimpan ke rak ini disebut putaway. Inbound dianggap selesai saat barang sudah tercatat dan berada di lokasi simpannya.

Apa tugas staf outbound gudang?

Staf outbound menyiapkan barang yang akan keluar. Tugasnya mengambil barang dari rak sesuai pesanan (picking), mengemas dan memberi label, memuat ke kendaraan, lalu memastikan dokumen dan status pengiriman diperbarui. Nama jabatan dan pembagian tugas bisa berbeda di tiap gudang.

Apa bedanya inbound logistics dan outbound logistics?

Di level perusahaan, inbound logistics mengurus aliran bahan atau barang dari pemasok masuk ke perusahaan. Outbound logistics mengurus aliran produk dari perusahaan ke pelanggan. Cakupannya lebih luas dari gudang karena termasuk transportasi. Ini berbeda dengan istilah outbound di dunia pemasaran atau kegiatan alam terbuka.

Sumber

  1. Setijadi, Fungsi dan Aktivitas Pergudangan (Supply Chain Indonesia, 2015) Daftar aktivitas gudang (unloading, pemeriksaan barang yang diterima, order picking, loading, sortation, delivery); receiving = menerima seluruh barang yang masuk ke gudang dan memastikan kuantitas/kualitas sesuai dokumen pesanan; 'Put Away adalah proses penempatan barang pada lokasi penyimpanan'; 'Picking adalah aktifitas penyiapan barang didalam gudang sesuai dengan surat pesanan'; pengiriman = dari gudang ke pemesan.
  2. CSCMP: Supply Chain Management Definitions and Glossary of Terms Definisi logistics management (mengendalikan aliran maju dan balik serta penyimpanan barang, jasa, dan informasi dari titik asal ke titik konsumsi); kegiatan logistik umumnya mencakup inbound and outbound transportation management.
▶Lebih suka versi video 60 detik?Tonton di TikTok @ngertilogistik
Ditulis olehFajar

Praktisi logistik dengan sekitar sepuluh tahun pengalaman di industri teknologi, FMCG, dan manufaktur. Menulis Ngerti Logistik supaya urusan gudang dan pengiriman bisa dipahami siapa saja.

Mau belajar logistik lebih dalam?

Follow Ngerti Logistik di TikTok, Instagram Reels, dan Facebook Reels. Penjelasan singkat setiap minggu.

Follow @ngertilogistik