
Safety Stock (Stok Pengaman): Cadangan Supaya Stok Tidak Habis
Safety stock adalah stok cadangan saat permintaan naik atau pasokan telat. Pelajari faktor penentunya, rumus sederhana, dan contoh hitungnya untuk gudang.
Inbound adalah barang masuk, outbound adalah barang keluar gudang. Pahami kegiatan masing-masing, contoh nyata, dan kenapa keduanya harus seimbang di sini.
Inbound = barang masuk, outbound = barang keluar. Keduanya harus seimbang supaya gudang tidak penuh dan stok tidak cepat habis.
Inbound dan outbound gudang adalah dua arah aliran barang. Inbound adalah barang masuk ke gudang dari pemasok atau pabrik. Outbound adalah barang keluar dari gudang menuju pelanggan, toko, atau gudang lain.
Artikel ini versi lengkap dari video 60 detik Ngerti Logistik tentang inbound vs outbound.
Inbound itu masuk, outbound itu keluar. Gampang diingat, tapi di lapangan keduanya punya rangkaian kegiatan sendiri, orang sendiri, bahkan pintu sendiri. Dalam alur proses gudang, inbound ada di awal dan outbound ada di akhir.
Materi pergudangan dari Supply Chain Indonesia (Setijadi, 2015) menyusun aktivitas gudang dari unloading dan pemeriksaan barang yang diterima, lalu penyimpanan, order picking, sortation, loading, sampai delivery. Bagian awal rangkaian itu adalah inbound. Bagian akhirnya adalah outbound.
Truk datang, barang diturunkan ke area penerimaan. Di tahap ini yang penting: barang diturunkan dengan aman dan diletakkan di area yang sudah ditentukan, bukan di sembarang lorong.
Barang dicocokkan dengan dokumen pesanan. Materi Setijadi menyebut tujuan penerimaan (receiving) adalah memastikan kuantitas dan kualitas barang sesuai dokumen pesanan. Hitung jumlahnya, periksa kemasan, dan catat selisih kalau ada. Rinciannya ada di artikel pemeriksaan saat penerimaan barang.
Setelah lolos pemeriksaan, barang dipindah ke lokasi simpan. Langkah ini disebut putaway. Dalam materi yang sama: "Put Away adalah proses penempatan barang pada lokasi penyimpanan." Lokasi ini harus tercatat supaya nanti barang mudah ditemukan.
Kegiatan ini disebut picking. Setijadi mendefinisikannya sebagai aktivitas penyiapan barang di dalam gudang sesuai dengan surat pesanan. Picker mengambil barang dari lokasi yang tercatat, dengan jumlah dan jenis yang benar.
Barang dikemas supaya aman di perjalanan, diberi label, lalu dimuat ke kendaraan sesuai urutan tujuan.
Dokumen pengiriman disiapkan, stok di sistem dikurangi, dan status pesanan diperbarui. Outbound selesai saat barang sudah berangkat dan catatannya benar.
| Aspek | Inbound | Outbound |
|---|---|---|
| Arah barang | Masuk ke gudang | Keluar dari gudang |
| Asal dan tujuan | Dari pemasok atau pabrik | Ke pelanggan, toko, atau gudang lain |
| Kegiatan utama | Bongkar, cek, catat, putaway | Picking, packing, muat, kirim |
| Dokumen yang sering dipakai | Surat jalan pemasok, pesanan pembelian | Pesanan pelanggan, surat jalan keluar |
| Efek ke stok sistem | Stok bertambah | Stok berkurang |
| Risiko kalau berantakan | Barang tidak tercatat atau salah lokasi | Salah kirim, telat kirim |
Gudang punya kapasitas terbatas. Kalau barang masuk lebih cepat dari barang keluar, isi gudang terus bertambah. Kalau sebaliknya, stok cepat habis dan pesanan tidak bisa dipenuhi.
CONTOH Sebuah gudang punya kapasitas 2.000 palet dan saat ini terisi 1.200 palet. Setiap hari masuk 100 palet, tapi yang keluar hanya 60 palet. Isi gudang bertambah 40 palet per hari. Sisa ruang 800 palet akan habis dalam 20 hari.
Angka di atas hanya ilustrasi, tapi polanya nyata. Dari pengalaman saya di gudang, gejala tidak seimbang biasanya terlihat lebih dulu di dok: palet menumpuk di area penerimaan karena rak penuh, atau truk keluar menunggu lama karena barang belum siap.
Keseimbangan bukan berarti jumlahnya harus selalu sama setiap hari. Yang penting, selisihnya direncanakan. Misalnya, menjelang musim ramai gudang memang sengaja menambah stok, tapi kapasitasnya sudah dihitung.
Banyak gudang memisahkan pintu atau area untuk inbound dan outbound. Alasannya praktis:
Gudang kecil yang hanya punya satu pintu tetap bisa menerapkan prinsip ini dengan jadwal: misalnya pagi untuk bongkar, siang untuk muat. Ada juga cara kerja yang memindahkan barang dari inbound langsung ke outbound tanpa disimpan, yaitu cross-docking.
Di level perusahaan, istilahnya lebih luas. CSCMP (Council of Supply Chain Management Professionals) mendefinisikan manajemen logistik sebagai bagian dari manajemen rantai pasok yang merencanakan dan mengendalikan aliran serta penyimpanan barang, jasa, dan informasi dari titik asal ke titik konsumsi. CSCMP juga menyebut kegiatan logistik umumnya mencakup manajemen transportasi inbound dan outbound. Jadi inbound logistics mencakup perjalanan barang dari pemasok, bukan hanya kegiatan di gudang. Perlu dicatat, ini berbeda dengan "outbound" di dunia pemasaran (menjemput calon pelanggan) atau kegiatan alam terbuka.
Kalau Anda baru memegang area inbound atau outbound, pertanyaan berikut bisa dipakai setiap akhir shift:
Lima pertanyaan ini sederhana, tapi cukup untuk menangkap masalah sebelum menumpuk.
Inbound adalah semua kegiatan barang masuk ke gudang, dari pemasok atau pabrik. Outbound adalah semua kegiatan barang keluar dari gudang, menuju pelanggan, toko, atau gudang lain. Keduanya adalah dua arah aliran barang yang selalu dijaga di gudang.
Contoh kegiatan inbound adalah membongkar barang dari truk, mencocokkan barang dengan dokumen, menghitung jumlah, memeriksa kondisi kemasan, lalu menyimpan barang ke rak. Langkah menyimpan ke rak ini disebut putaway. Inbound dianggap selesai saat barang sudah tercatat dan berada di lokasi simpannya.
Staf outbound menyiapkan barang yang akan keluar. Tugasnya mengambil barang dari rak sesuai pesanan (picking), mengemas dan memberi label, memuat ke kendaraan, lalu memastikan dokumen dan status pengiriman diperbarui. Nama jabatan dan pembagian tugas bisa berbeda di tiap gudang.
Di level perusahaan, inbound logistics mengurus aliran bahan atau barang dari pemasok masuk ke perusahaan. Outbound logistics mengurus aliran produk dari perusahaan ke pelanggan. Cakupannya lebih luas dari gudang karena termasuk transportasi. Ini berbeda dengan istilah outbound di dunia pemasaran atau kegiatan alam terbuka.

Safety stock adalah stok cadangan saat permintaan naik atau pasokan telat. Pelajari faktor penentunya, rumus sederhana, dan contoh hitungnya untuk gudang.

Cross docking adalah cara memindahkan barang dari truk masuk ke truk keluar tanpa disimpan. Pelajari cara kerja, contoh, kelebihan, dan syarat suksesnya.

Lead time dan transit time sering tertukar, padahal bedanya bisa bikin stok habis. Pahami komponen lead time, contoh hitung, dan cara mengukurnya sendiri.
Follow Ngerti Logistik di TikTok, Instagram Reels, dan Facebook Reels. Penjelasan singkat setiap minggu.